menerbitkan buku sendiri (2)
Untuk menerbitkan buku membutuhkan modal yang besar. Tak heran jika penerbit sangat selektif saat memilih naskah yang akan mereka terbitkan. Pertimbangan memilih naskah umumnya menggunakan parameter selera pasar. Sesuai selera pasar artinya keuntungan. Kalau tidak untung bagaimana akan menerbitkan naskah yang lain, bagaimana membayar royalti penulis, bagaimana membayar percetakan,dan bagaimana membayar karyawan yang sudah membuat kaver, layout dan para editor. Untung itu wajib maka wajib pula menseleksi naskah sebelum diterbitkan. Daripada rugi! Menerbitkan Buku Sendiri Banyak orang menempuh jalan ini. Cara menempuhnya pun bermacam-macam. Tapi yang sering terjadi ada dua hal.
Pertama, penulis membayar penerbit sekaligus percetakan agar naskahnya diterbitkan. Membayar di sini maksudnya penulis menyerahkan sejumlah uang yang telah disepakati sebagai ganti biaya penerbitan buku. Dengan kata lain, si penulis menyewa jasa penerbit.
Cara kedua adalah, murni menerbitkan buku sendiri. Semua pekerjaan penerbit dan percetakan dikerjakan sendiri. Intinya, cara pertama atau kedua sama-sama membutuhkan biaya operasional dan sama-sama memiliki untung dan ruginya masing-masing. Tulisan ini akan membahas tentang murni menerbitkan buku sendiri. Kepentingannya adalah agar Anda memperoleh pengalaman lebih jauh tentang seluk-beluk menerbitkan buku. Jadikan diri Anda seorang penerbit sekaligus pihak percetakan. Sebagai penerbit, minimal Anda paham betul apa itu EYD.
Syukur jika Anda juga seorang penulis dan suka membaca buku. Ini sangat penting kaitannya dalam proses editing. Menyeleksi naskah sendiri memang susah. Pada umumnya, seorang penulis selalu menganggap tulisannya selalu baik. Tapi karena Anda ingin murni menerbitkan buku sendiri, Anda bukan saja seorang penulis tapi juga editor. Anda harus ‘melototi’ tiap-tiap kata, kalimat, anak kalimat dan seterusnya. Itu dilakukan agar nantinya tidak banyak ‘cacat’ ketika buku telah diterbitkan. Kasihan pembaca jika banyak kesalahan ketik atau kalimat-kalimat ‘yang melelahkan’.
Jadikan diri Anda seorang pembuat kaver dan tenaga layout. Pelajari tiga software aplikasi Corel Draw, Adobe Photoshop dan adobe Page Maker. Dengan modal tiga aplikasi tersebut, minimal Anda sudah bisa membuat kaver dan dummy (master).
Jadikan diri Anda sebagai tenaga kerja percetakan. Pada bagian ini Anda bisa belajar melalui orang-orang yang kerja di percetakan. Tanyakan kepada mereka bagaimana proses menjilid buku. Di situ Anda akan tahu prosesnya, mulai dari pengepresan hingga lem yang digunakan. Di sini Anda juga harus kreatif untuk menemukan teknik sendiri agar lembaran kertas dan sampul saling merekat kuat, tidak mudah lepas.
Jangan pula pula mencari tahu teknik pembuatan sampul buku. Bagaimana agar sampul tidak luntur dan jenis kertas yang digunakan. Nah, untuk memperbanyak naskah, ada dua pilihan. Serahkan kepada pihak percetakan atau cetak sendiri. Kalau ingin dicetak sendiri, gunakan saja printer laser. Dengan printer ini buku Anda dijamin tintanya tidak luntur. Baiklah. Sampai di sini dulu. Lain waktu akan saya ceritakan hal-hal lain yang dibutuhkan sebelum dan sesudah buku diterbitkan sendiri.
-
enforcement89to liked this
-
dhysumarsono posted this