Pertama kalinya aku mengikuti rapat dengan PAK CITRA. Mendengar kata citra selalu identik dengan kemasyuran. Ingat lagu citra punya bimbo yang dianyanyikan Iin parlina. Takjub sekali. Mendengar nama radio di Malang namanya juga radio Citra, radio sainganku dulu. Banyaklah ingatan kata citra di benakku. Yang ini beda.

Namanya Citra tetapi dia adalah lelaki. Lelaki berumur dengan perawakan tinggi besar. Wanginya kecium beberapa meter sebelum kita jumpa dengannya. Orangnya putih, dengan kacamata bening berlapis warna emas, dengan menggunakan jam tangan emas. Baju nya selalu safari biru lengan pendek. Kalau ketemu semua orang rasanya siap dilahapnya. Dia adalah seorang penggede di Detos. Kabarnya beberapa group lippo lain juga dia punya posisi penting juga.

Awal pembicaraan selalu omzet. Dan setelah evaluasi macem macem dia kemudian menyampaikan beberapa pemikiran dia. Bagaimana dia membuat suatu event selalu menggunakan filosofi. Belum lama ini ada pemuatan mie terpanjang di detos. Ini adalah ide biasa. Panjangnya mie adalah 300 meter. Tetapi filosofi di balik itu memang menurut saya menakjubkan. Mengapa mie? Karena mie adalah kebutuhan pokok. Dan disekitar depok banyak sekali penjual mie. Dan mereka diminta datang untuk bersama sama menyukseskan pembuatan mie terpanjang ini. Caranya adalah saat mie di giling hingga panjang kemudian masing masing orang yang berjumlah 60 orang ini harus mememanggi agar mie tersebut tidak sampai putus untuk mencapai angka 300 meter. Semua orang bekerja keras untuk berusaha mempertahankan agar mie ini tidak putus.

Itu yang membuat mie, sangat sederhana. Mereka hanya sama sama memegang dan mempertahankan agar mie tidak sampai putus. Tetapi bisa dibayangkan jika ada salah satu saja yang kemudian tidak komit. Dia tidak peduli terhadap mie yang di peganginya. Biar putus atau tidak mereka tak peduli. Maka dipastikan mie itu akan tidak menjadi mie terpanjang.

Nah kenapa itu bisa terjadi? Karena mereka semua visi yang sama . dank arena kebersamaan itulah mie terpanjang itu bisa jadi. Gambaran yang cukup sederhana terhadap terwujudnya sebuah visi. Kadang kadang kita tidak sadar akan menjaga sebuah visi yang telah kita bangun bersama. Kemudian ini menjadikan sebagai penghalang bagi suksesnya sebuah visi.

(pertemuan dengan Pak Citra, SELASA, 11 JUNI 2008)

One Response to “Visi menurut Citra”

  1. rhay says:

    salam buat pak citra… yo coeng.

Leave a Reply