Sering kita dengar kata kata, kalau bekerja jangan setengah setengah. Kalau setengah setengah jadinya nanggung. Sangat sering kita jumpai kata kata ini. Totalitas arti harfiahnya adalah menyeluruh secara keseluruhan, atau 100 %. Totalitas dekat dengan loyalitas. Kalau orang bekerja secara totalitas dia pasti memiliki loyalitas yang tidak diragukan lagi. Loyalitas secara harfiahnya adalah rasa kepemilikan seseorang terhadap suatu lembaga. Kepemilikan itu bukan hanya ingin memiliki, tetapi bagaimana dia ada keinginan untuk mengembangkan dan menjadi semakin maju dan semakin maju. Karena orang yang loyal akan merasa inheren dalam lembaga itu. Dalam bahasa komunikasi dia adalah bagian dari instusi bahkan bisa jadi dirinya adalah intitusi itu.

Semakin loyal seseorang dalam sebuah institusi semakin total dia bekerja untuk institusi itu. Apa yang menyebabkan total dan loyal ini? Tidak lain adalah keyakinan. Keyakinan bahwa institusi yang sudah melekat pada dirinya akan membawa kebaikan dan anugrah bagi dirinya. Totalitas adalah menunjukan kesungguhan orang dalam mengerjakan apa sedang di hadapinya. Ilustrinya adalah dalam perusahaan Pak Jendral(HASB). Pak Jendral di minta untuk membawa prajuritnya ke markas besar menghadap Panglima Tertinggi, dalam suatu tugas untuk membuat sebuah perencanaan strategi pengembangan human resource. Jendral awalnya hanya akan datang bersama 2 prajuritnya. Tetapi hari berikutnya jendral berubah pikiran untuk membawa 2 prajurit lagi. Dengan pertimbangan pasti pasukan dari Panglima Tertinggi akan bisa bergabung dalam penyusunan strategi ini. Jendral berpikir panjang dan berpikir tentang totalitas, tidak mau bekerja apa adanya. Akhirnya jendral memutusnya untuk berangkat menjadi 10 prajurit dengan 1 Jendral.

Melihat prajurit yang di bawa oleh pak jendral begitu banyaknya, dari rencana semula 3 menjadi 11, Panglima Tertinggipun cuma geleng geleng kepala dan seraya berkata,” inilah yang disebut totalitas”. Karena para prajurit yang datang benar benar siap perang. Tak parjuit inilah yang akan menjadi garda terdepan. Memiliki posisi startegis sebagai pemegang bendera. Sebagai pemegang bendera, berarti dia selalu di depan untuk membawa sebuah roh sebuah institusi. Bendera adalah lambang kehormatan, yang harus betul betul di jaga sampai titik darah penghabisan. Itulah posisi yang di berikan pada prajurit yang di pimpin Pak Jendral. Dan orang orang yang total seperti ini akan selalu di kejar kejar amanah Tuhan. Karena Tuhan sudah terlanjur mempercayainya untuk suatu misi misi yang lain.(medan, YMABU060807)

Semua prajurit hanya bisa tertunduk, karena tidak semua prajurit tahu bahwa dirinya menuju totalitas, atau sedang totalitas. Sebagian ada yang merasakan itu adalah habit saja. Sebuah kebiasaan untuk bekerja sepenuhnya.

Maha benar Allah dengan segala firmannya…………………………………….

(Fifas …………………………………………entah apa yang kemudian harus dikatakan kalau sudah ada yang menjadikan kita seperti ini)

3 Responses to “Totalitas”

  1. Radin Inu says:

    I salute lah you all and menumpanglah merasakan bahang menjadi FIFAS…
    Insyallah kalau pekerjaan itu ikhlas maka yang keluar dari hati yang ikhlas itu akan terpancar dari wajah dan “the end finishing’ kerja nya pasti sukses & terkesan…..itulah dia ubidiyah tanpa sedar…..

  2. cakjoyo says:

    aku jane termasuk sing ra ngerti dhy… selama ini aku cuma melakukan karena menurut aku itu kegiatan seneng2….ngerjain wong he he..bikin acara yg aneh2 ya walaupun tetap ada maksudnya…jadi kesempatan menyalurkan bakat gila…(kadang2 gila beneran)…creativitas tersalurkan… lha kok orang bilang itu totalitas..jadi bingung batas antara totalitas sama rodo ‘gendeng’ he he…..tpi jarene ber Tuhan itu jga harus gila….klu ndak gila ra payu….he he..mbuh wis…..salam.CJ yg sedang mencari penyaluran ‘gilanya’ hi hi…

  3. lukman says:

    Benar sekali mba’.. semua tugas yang kita jalani sudah seharusnyalah “totalitas”, begitu juga islam, kita mesti totalitas juga. makasih mba’ atas artikelnya..

Leave a Reply