Kringggggggggg-…….. telponku berbunyi. Dan ibu kemudian memanggilku karena ada telpon dari Jakarta. Terdengar, yu aku habis dapat uang saku. Itu yang terjadi saat aku tinggal di malang dulu. 

Sahabat, teman, saudara. Itulah yang mereka anggap tentang aku. Jadi aku kadang ketawa sendiri. Tarom adalah salah satu dari mereka yang menganggap aku saudara bagi dirinya. Dia ceritakan bagaimana kisah hidupnya. Tertawa tawa, bercanda dan berkisah. Satu lagi yang menarik adalah misuh. Dia hanya akan berteman dengan orang orang yang tanpa tendensi, polos. Kadang kadang dia ketuk rumahku, hanya sekedar untuk cerita suatu kejadian, yang sebenarnya aku juga tak tau apa maksdunya dia cerita. Lha wong aku ndak tau kejadiannya. Hhehheheh. Suatu sore aku gantian bercerita tentang kondisi keluargaku yang relative membaik. Dia tertawa sambil berkata, kita yang disini merasa tidak apa apa yang menikmati justru keluarga kita. Mereka yang merasakan ketenangannya

One Response to “Tarom”

  1. shabl3nk says:

    yaaa…………memang bgitulah.

Leave a Reply