Renny selalu menanti kedatangan arsyad kapanpun. Itulah yang diajarkan oleh orang tua renny sejak kecil. Menjadi seorang perempuan adalah pengabdi bagi suami apapun keadaannya. Contoh perempuan baik dalam agama Islam bukan hanya Khadijah atau Aisyah, istri firaun, Aisyiyah pun termasuk wanita wanita yang masuk surga. Dan contoh bagi umat islam.
Satu lagi prinsip yang dipegang Renny ayat bagi perempuan adalah surat Al Baqarah. Yaitu surat Sapi Betina, yang berprinsip perempuan adalah teman seiring untuk membina bahtera rumah tangga di saat suaminya berjuang. Berjuang untuk mencari nafkah dunia maupun berjuang untuk akherat. Suami bagi Renny adalah panutan untuk segalanya. Apapun kata suami harus nurut. Pada usia pernikahan dan ke 5 Renny selalu diduakan. Saat pertengkaran mereka, Renny pernah di kurung di kamar mandi. Tidak jarang juga renny di tampar atau di tendang oleh Arsyad. Renny tetap diam dan masih ingin mengabdi pada suaminya. Tahun berganti tahun datangnya orang ketiga tidak pernah putus dalam kehidupan Renny. Pada usia pernikahan ke 30 guncangan pernikahan mereka semakin berat. Arsyad berselingkuh dengan tetangga sekampung. Kontan hal ini menjadi pembicaraan orang sekampung. Semakin hari renny tidak ingin keluar rumah. Hanya mengurung diri di dalam rumah. Renny orang yang tidak mudah bercerita tentang dirinya, semua masalah dipendam sendiri. Puncak depresinya hingga dia kadang kemasukan roh lain. Di saat renny kesurupan banyak kata kata yang keluar dan kata kata itu adalah menunjukan rasa kasihan pada posisi arsyad yang sedang di belenggu kebingungan.
Entries (RSS)
March 15th, 2008 at 10:26 am
mbak dyah bukan disengaja lo…karena nama saya renny pilih comment di post ini …..tulisannya merinding disco..
(pinjam kata2 dani dewa)Tapi bebas orang buka mulut apa saja namanya kreatifitas, biar nggak kena penyakit gila no 14…hee…
March 17th, 2008 at 1:11 am
renny aku hanya meminjam nama saja, bukan apa apa, tulisan ini adalah sebuah contoh untuk sinopsis sebuah cerita aja.