Berbesar hatilah seperti air laut, dia tetap asin meskipun dituangkan rasa apapun, (Bapakku tercinta Supii Sumarsono). Mengingat kata kata ini membuat rasa hatiku menjadi semakin terenyuh, dan ingin meneteskan air mata. Filosofi air laut bisa jadi ada,  sebelum aku mendengar dari bapakku, orang yang selalu mengharapkan aku menjadi anak yang luar biasa dalam hidupnya. Patuh, soleh, dan dapat berguna bagi semua lingkungan. Baik lingkungan paling kecil hingga lingkungan yang besar dan sangat besar sekali hingga di ujung dunia mendekati akherat.
Karena harus berpegang teguh pada prinsip air laut sehingga hidupku harus mampu menampung dan juga menjadikan semuanya menjadi merasa nyaman. Siap menjadi kawan, siap menjadi sahabat dan siap menjadi saudara dari siapapun. Tidak boleh memihak, tidak boleh sombong, dan menjadi pendengar yang baik tidak banyak bicara.
Bagaimana menjadi air laut, bapak? Apakah saat ini sudah menuju ke arah sana hidupku? (Aku kangen bapak, tebet, 080507)
Â
Entries (RSS)