Dalam sebuah perjalanan kehidupan selalu ada peristiwa peristiwa yang mengintari. Peristiwa yang membuat kita tertawa. Karena peristiwa itu membuat membahagiakan hati kita. Saat kita di ajak bermanja manja dengan orang tua kita. Kemudian kita di perintah untuk belajar. Akhirnya kita menjadi juara. Menyenangkan dan membahagiakan. Di saat bahagia kemudian ternyata ada masalah dalam keluarga kita. Kehidupan bapak ibu kita yang sedang mengalami perselisihan. Sebagai anak kecil kita tak tau apa yang mereka lakukan. Tetapi terekam dalam otak kita. Mengumpul, mengumpul menjadi sebuah data yang lama kelamaan juga akan penuh, dan menjadi memori. Atau kerenya menjadi bank data dalam kehidupan kita. Dari perjalanan itu kemudian tahu tahu ada loncatan peristiwa yang menyertai, kita semua pernah mengalami. Kok kebetulan itu terjadi, atau kadang kita bilang untung ada ini, untung ada itu. Untung ada ini. Kadang kita bilang itu hukum kebetulan. Padahal itu semua adalah rencana Tuhan (YMABU, 190807) rencana rencana tuhan itu akan terjadi karena ijin dari Nya. Sehingga kita sebagai manusia hendaknya bisa mensyukurinya. Setiap apapun yang terjadi dalam perjalanan hidup kita. Jodoh, mati, rejeki adalah hak prerogatif Tuhan yang tidak bisa di ganggu gugat.

Satu hadistNya, Allah tidak akan merubah satu kaum kecuali kaum itu merubah nasibnya sendiri. Harus ada usaha yang kita lakukan agar Allah merubah ketentuannya. Kita tidak bisa hanya berdiam diri dan meminta. Ada harus kita berikan kepada Tuhan. Yaitu pengabdian kepada Tuhan. Karena rencana tuhan niscaya akan equivalen dengan pengabdian itu sendiri.

 

(Tulisan ini berdasarkan kacamata, seseorang yang sedang belajar untuk mendengar, melihat, berpikir dengan hati-fajrul hidayat)

Leave a Reply