Lelaki itu nampak gelisah untuk berkemas. Saya nanyakan mau kemana, kok terburu buru. Dengan mata berbinar binar dia mengatakan sudah di tunggu istrinya. Dia akan makan bersama istrinya. Hal ini lah yang selalu membuat saya tidak tega untuk menyakiti hati istri saya. Bagaimana mungkin saya tega? Setiap kali kalau saya akan pergi ke luar kota, tinggal merem saja semua sudah tersedia. Padahal tidak pernah saya minta. Belum lagi kalau saya pulang kantor semua makanan dan semua keperluan saya sudah disediakannya.
Makanya saya tidak mungkin untuk mencari yang kedua. Saya pernah membayangkan ketika menunggu penghulu, pasti dia akan sibuk menyiapkan segala sesuatunya untuk saya. Sudahlah saya tidak tega untuk menyakitinya. Dia terlalu baik bagi saya.
Usia pernikahanya sekitar 17 tahunan. Dan nuansa keindahan dan romatismenya sangat terjaga. Lelaki yang baik.
Saya pernah memprotesnya ketika dia dengan perempuan lain. Saat itu saya lihat dia amat kebingungan. Saya lihat dia sangat bingung. Beberapa kali dia berdiskusi dengan saya tentang segala kemungkinannya. Secara tegas saya tidak mentoliler akan kejadian itu. Ya saya sedikit marah. Sikap saya semakin membuat dia untuk berusaha meyakinkan saya. Tetapi dia tidak mengutarakan hal yang seperti diatas pada saya. Kemungkinan dia panik dengan semua kejadian yang pernah sedang dialaminya.
Perhatian perempuan, yang kemudian bisa membuat dia semakin kuat semakin sukses dan menemukan semuanya. Bahagia di dalam dirinya. Setidaknya ini adalah lelaki kedua yang pernah menyampaikan kepadaku bagaimana pentingnya perhatian perempuan.
Entries (RSS)
January 20th, 2008 at 11:22 am
MAKSUDNYAAAAAAAAAAAAAAAA ?????????????????????
February 4th, 2008 at 6:04 pm
Mbak Dyah, intinya harus pas stelan-nya……
Ada juga lelaki yang terlalu diberi perhatian malah ngelunjak…….
Karena pada dasarnya lelaki suka tantangan (sepakat gak kaum lelaki…..)
Makanya klu belum dapat dikejar2, klu udah mah biasa2 aja hehehe….
Ini pendapat saya loh……..
February 13th, 2008 at 12:28 pm
Mbak Dyah,
maaf ya saya ikut campur deh… abis saya agak dikit penasaran …
sepertinya ada yang hilang dgn Mbak dyah,
Jika memang betul2 mencintai Allah dan Rasulnya, memang tak ada lagi cinta untuk yang lain.
itulah sebab mengapa bayak orang sufi, sampai tidak mau married, karena ia takut, berkurang cintanya kepada Allah dan Rasulnya.
Jika engkau masih ada memang Dia tak akan pernah ada, maka hilangkanlah dirimu, sehingga yang ada hanya Dia.
Wassalam.
February 16th, 2008 at 3:27 pm
Cinta itu memang untuk Allah sahaja dannnnnnn kasih sayang itu adalah untuk sesama mahluk NYA………………maka tak mungkin dgn menyayangi manusia akan mengurangi cinta kita kepada Allah s.w.t……..
Jadi kiranya apa yang abang maksud abang ada yang hilang pada diri saya