Aku sudah pernah berkenalan dengan nya beberapa waktu yang lalu. Secara tidak langsung memang. Karena dengan sering bertemu saja sudah ku anggap cukup sebagai perkenalan. Aku tidak ada kewajiban untuk mengulurkan tangan satu persatu untuk orang yang baru bagiku untuk dapat berkenalan dengannya. Cukup aku lemparkan senyum, dan lama kelamaan otomatis aku akan kenal siapa dirinya.
Lupa bulannya dan lupa pula tanggalnya. Malam itu adalah malam terakhirku di sawangan sebelum aku harus kembali ke malang. Tetapi tante Ryam mengajak aku untuk menengok adiknya yang sakit. Tepatnya jam 10 malam saat itu. Yang semula aku akan tidur di pondokan, akhirnya beralih tujuan aku harus tidur di rumah tante Ryam.
Tante ryam menyuruh aku mengambil semua tas yang aku bawa pulang ke malang. Aku masukan tas, dan aku masuk mobil tante ryam. Aku dibantu seorang abang yang membawakan tas tasku. Dia membuka pintu bagian belakang mobil dan memasukan semua tasku. Setelah siap semua abang itu, omad namanya. Aku tau dia meski kita tak pernah berkenalan dengan serius.
Kami pun pergi, dalam mobil tante Ryam ada 4 orang penumpang, tante Ryam, kemudian adik kak nina, aku dan tentu saja bang omad. Mobil menuju daerah menteng. Tante ryam kemudian berceletuk, sudah lama saya tidak ke jakarta. Aku orang yang pendiam tidak banyak ngobrol. Tante ryam lebih banyak ngobrol dengan Kak Be
Tujuan kami memang akan menengok adik kak ryam yang sedang sakit di sebuah rumah sakit. Kami berempatpun tiba di sebuah rumah sakit kawasan menteng. Tante ryam dan adik kak nina masuk ke dalam, awalnya aku bingung. Dan bang omad kemudian menyuruhku masuk.. tetapi kikuk rasanya. Akhirnya aku pun keluar dari ruangan. Aku lihat omad sedang ngobrol dengan salah satu temannya. Aku pun menghabiskan waktu dengan memandang lukisan di sekitar dinding rumah sakit. Meskipun omad tidak terlalu menemani aku, tetapi aku lebih nyaman di luar ruangan itu. Tidak lama tante ryam mengajak kami pulang. Sebelum pulang tante ryam mengajak kami makan di sekitar salemba, kami di ajak makan nasi kapau. …….
Pulang dari sana kami pergi ke rumah putra tante ryam, aku menunggu di luar. Ada yang di bicarakan rupanya. Sampai sekitar jam 03.00 dini hari. Kemudian baru pulang ke rumah tante ryam. Aku tidak tboleh tidur oleh tante ryam karena jam 5 pagi aku harus pulang ke malang.
……………………pertama kali aku bareng sama omad. Kalau toh omad ingat waktu itu jadi ingat lagunya vina panduwinata, kami hanya saling berpandang ………………………….
(sebagai catatan sejarah aja. Omad……………………….)
Entries (RSS)