jalanMenjalani, menuju dan melangkah adalah mengalir tanpa harus untuk sesuatu. Kecuali memang untukNya. Ada kekuatan yang beda ketika saat itu hanya untukNya. Setidaknya itu yang aku rasakan. Tetapi menjadi sebuah bahan diskusi pada sebuah malam minggu yang tak terencana. Tujuan pernikahan, suatu topik yang selama ini paling malas aku sentuh. Bukan karena keputus asaan akan semua itu. Tetapi semata karena tidak ada lagi yang bisa dibicarakan kecuali tentangNya. Tidak ada kata benar dan salah ketika diskusi akan dan usai berjalan.

Jalan ke sana, untukNya adalah segalanya. Tetapi yang perlu diingat bahwa ada misi dan misi dalam hidup ini. Tentunya bukan hanya satu sisi, untukNya saja. Karena untukNya itu juga luas. Bukan hanya hablumimallah semata. Melainkan ada habluminanasnya. Semacam misi dan rencana stretegisnya. Sehingga ketika tujuan pernikahan itu ketika hanya untukNya dalam artian habluminallah, itu tidak putus semua, setidaknya itu yang dikatakan Ade Chito. Karena semua perlu menjabaran hidup pernikahan itu sendiri.. menikah bukan berarti porses kehidupan it selesai apalagi urusan denganNya.

september 2007

3 Responses to “Menuju Sesuatu”

  1. Ajoull says:

    Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas lagi Maha Mengetahui. (Annuur 33)

    Pernikahan, seperti Iin Muthmainah bilang, bagaikan sebuah pasangan rel kereta yang terpisah tapi tetap menuju satu tujuan.

    Bagiku, pernikahan itu… adalah @#$%^&*()_)(*&^%Y(|{”:;’?>

  2. bn says:

    jadi kesimpulannya, jalan menuju pernikahan itu emang geli geli gimana gitu…. :)

  3. Zhoeghenk ELPHIZA says:

    coenggg !!!!!
    Aku maneh.. he…he…

Leave a Reply