Mencoba keluar dari diri manusia untuk menjadikan diri itu bukan temat berkubang yang nyaman adalah menjadi sesuatu yang indah ketika bisa dinikmati. Hanya rasa yang kemudian bisa menyingkap tabir kehidupan dimana manusia bisa keluar dari dari dirinya. Tidak ada yang bisa di paksa dan di larang ketika berhubungan dengan masalah rasa. Itulah setidaknya pemaknaan yang bisa aku tangkap dan aku renungkan dalam sebuah pertemuan minggu siang bersama beberapa temanku yang saat ini sedang berproses. Dan rasa bisa di ibaratkan dengan apa yang kita rasakan di lidah. Contohnya Om, selalu makan makanan padang, dan tidak bisa menerima makanan yang lain. Kalau makan yang lain otomatis muntah. Itulah rasa yang tidak bisa di buat buat. Itulah kekuatan. Itulah karunia yang tidak bisa di bandingkan. Bahasa gampang jawanya adalah kepincut. Kepincut itu bisa di artikan sebagai jatuh hati yang kemudian tidak bisa di larang dan tidak bisa ditanyakan lagi alasannya. Pokoknya suka dan jatuh hati. Itulah rasa. Akan menjadi indah apaila semua yang ada di dunia ini kemudian berjalan beriring dengan sebuah rasa. Adalah kepuasan yang tak terelakan. Ada keindahan yang benar benar dunia akherat. Betapa indah rasa itu sebuah karunia tuhan yang tidak bisa di buat buat.

Leave a Reply