Kalau aku ada maka Dia tiada, kalau Dia ada maka aku tiada.
Bagaimana Dia akan hadir kalau kalau aku selalu ada di ruang kalbu itu. Keangkuhan manusia dengan rasa akunya, membuat Dia tak mendapat ruang.
Ini hanya diskusi kecil yang sempat aku lontarkan 

 

Tentang seberapa bisa kita mencinta manusia yang namanya laki laki. Karena ketika seorang perempuan jatuh cinta dengan seorang laki laki atau sebaliknya maka bisa membutakan semuanya. Bahkan juga akan mendesak ruang kalbu yang semua adalah ruang untuk Dia.
Kalau begitu bagaimana dan seberapa ruang kita mencintai pasangan hidup kita?
( hal ini menjadi bagus untuk bahan perdebatan dan pertimbangan)

2 Responses to “Mencinta”

  1. rhay says:

    heheh kebanyakan diskusi! langsung praktek aja!!

  2. SANTRI GUNDHUL says:

    Lah..lah…
    Bukannya DIA tak berbatas oleh RUANG dan WAKTU to mbak..??. Masak Tuhan dikurung dalam bilik yang namanya Masdjid, Ka’bah atau Qalbu. Kenapa gak kita gunakan saja ” Kemana saja kamu menghadap disitu WAJAH-NYA..??. Makna yang tersirat kepiye….Cantik, Nggantheng kan mung sadermo SIMBOL-SIMBOL yang tertangkap oleh ILUSI pandangan mata fisik to..??. Tetapi sesungguhnya yang berada di dalam Cantik dan Nggantheng…siapa..?? dan yang ada di dalam DIRI ini juga siapa..?? halah…halah…kemeruh…he..he..
    MONCO WARNO ning SAWIJI-WIJI hanane.

    Salam

    Kera Ngalam
    soko Padepokan Borneo Timur

Leave a Reply