Manusia cenderung mau minta enaknya sendiri dan selalu meminta. Ini sangat wajar. Kita maunya minta aja sama tuhan. Selalu aku ingat kalau sedang sholat di tempat umum dan kemudian antri tempat sholat. Disadari atau tidak ada juga yang kemudian berlama lama untuk berdoa setelah dia sholat. Sementara yang lain berjejer menunggu. Seolah olah kita lebih penting kalau kita dan doa kita di terima tuhan. Peduli amat dengan orang lain. Akhirnya orang lain terlambat sholat. Ibadah sholat, kemudian kegiatan religi itikaf dan lain lain adalah memang semata mata untuk diri kita sendiri. Dalam setiap ibadah habluminallah kita, kita selalu minta ini minta itu. Kita kurang peduli dengan sebenarnya apa yang sudah kita persembahkan untuk Dia yang selalu memberikan pada diri kita. Kita masih saja sibuk untuk kebutuhan diri kita. Ada beberapa hal yang harus dikerjakan untuk balancing. Yaitu dengan konsep. Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah, kalau di terjemahkan adalah memberi lebih bagus daripada menerima. Kalau sudah ada klu begitu, ya berarti kita harus banyak memberikan sesuatu pada tuhan. Aku lupa ini hadist atau apa yang jelas ini aku dapat dari pelajaran SD. Kalau kita datang pada tuhan dengan berjalan, maka tuhan akan menyambutnya dengan berlari. Artinya kebaikan yang kita persembahkan pada Tuhan yang kecil akan di sambut oleh Tuhan dengan sesuatu yang lebih besar.
(Sekedar menangkap obrolan Bang Isa Indrawan, Troba, 180807)
Entries (RSS)