Managemen apa?

Saya tidak pernah paham dengan hanya membaca buku. Tetapi saya sangat paham bahwa memang dengan buku kita bisa bertukar pikiran dan berkomunikasi satu arah. Berbincang dengan penulisan dengan berbagai pemikirannya. Sehingga dalam memanage team, saya menggunakan system managemen alam “dhy sumarsono”. Satu managemen yang saya ramu sendiri dengan berbagai contekan dari sana sini.

Awalnya

Awal mengenal dan memegang sebuah managemen perusahaan adalah dari sebuah kelompok yang berisi 3 orang. Sebuah team pemberitaan. Saya sebagai script writer dan announcer untuk acara acara dialog, monot sebagai reporter dan announcer untuk acara opini, siva adalah manager kami berdua.

Tugas saya saat itu adalah menulis dan mencari berita baik di internet maupun di Koran untuk disiarkan ke pendengar. Selain itu juga menelpon monot untuk menanyakan berita apa yang ada hari ini di lapangan untuk menjadi bahan siaran. Kerjaan saya yang kedua adalah menyiapkan materi siaran dialog hingga narasumbernya untuk sebuah materi . hal ini diperlukan link yang kuat untuk mencari narasumber maupun materi.

Sedangkan monot, sebagai reporter tiap hari kerjaannya keliling mencari berita. Dan malam harinya monot kemudian bersiaran untuk acara opini dari masyarakat. Monot pun perlu narasumber untuk itu dan yang mencari dan menghuungi mereka adalah saya.

Siva sebagai manager, dia bertugas mengawasi kegiatan kami, kerja saya dan siva terbagi menjadi 2, saya lebih banyak pagi dan sampai sore sedangkan siva kerja untuk siang dan malam. Tetapi kadang kadang saya ataupun siva bisa kerja bergantian.

3 orang mengelola sebuah pemberitaan di radio. Ini sangat menyenangkan. Karena keterbatasan itu justru menimbulkan banyak totalitas dan saya merasakan menjadi lebih harus bisa menguasai semuanya. Kerja saya tidak pernah tepat 8 jam. Selalu lebih. Tetapi saya selalu ijin untuk setiap senin dan kamis tidak bisa bekerja untuk jam 19.00- 21.30. ini adalah jam saya untuk pergi ke sebuah tempat untuk turun mesin otak. Semua paham. Sehingga tidak jarang akhirnya kami membuat rapat di mulai jam 21.30. bagi saya tidak masalah karena itu adalah konsekwensi.

Middle managemen

7 bulan aku kerja dengan pola seperti ini. Yang kemudian saya tangkap bagaimana saya menduduki posisi siva. Saya selalu curi curi ilmu selama ini. Dia adalah manager saya. Selama 7 bulan itu juga aku belajar menjadi middle managemen. Middle managemen adalah posisi dia harus paham untuk bagaimana dia memposisikan sebagai bagian dari managemen dalam hal ini adalah bagaimana kepentingan perusahaan dan juga dia bisa sebagai bagaian dari karyawan yang notabene dia adalah yang menanggungkan dirinya pada perusahaan.

Posisi middle managemen adalah posisi atas kena, bawah kena. Posisi ini adalah posisi yang meminta seseorang pada tingkat tolerasi tinggi tetapi dia harus tau posisi saat mana dia menjadi seorang perwakilan perusahaan dan saat mana dia bisa menjadi karyawan. Susah susah gampang. Tapi sangat mengasyikan. Cukup lama juga aku ada di posisi ini sekitar 4 tahun.

Dari siva dulu hanya ada 2 anak buah. Kemudian saat aku pada posisi itu aku mempunyai 5 anak buah. Mereka adalah 2 reporter dan 3 orang news desk. Dengan komposisi 3 laki laki dan 2 perempuan. Dari 3 orang menjadi 6 orang. Itulah perkembangan team pemberitaan. Saya merasa mereka adalah saudara dalam satu team dengan berbagai temperamen.

Vinidyah, adalah perempuan mandiri yang sangat sakleg. Tetapi sangat cerdas dan rapi serta bertanggung jawab. Dia adalah perempuan pintar yang bisa menerjemahkan apa yang dimaksud dengan materi berita berbobot terutama materi politik, hokum dan social.

Dian ekawati suryaman, perempuan Madura yang cerdas dalam mencari angle berita. Pernah naik motor dengan jarak yang cukup jauh untuk sebuah berita, cukup kekeh dalam mendapatkan narasumber. Suaranya mantap. Bisa di bilang perempuan dengan daya endus berita yang cukup tajam dan tidak pantang menyerah. (bersambung)

One Response to “Managemen Apa?”

  1. Ajoull says:

    Mbak aku bingung. Sampeyan pake istilah bahasa Inggris apa Indonesia, sih? Kalo bahasa Inggris kan “Management”. Kalo bahasa Indonesia, “Manajemen”.

    Atau jangan-jangan maksudnya Mana Ge, Men? Malah gak ada artinya…

Leave a Reply