(kisah nyata yang aku dengar dari seorang teman, aku kenal lelaki ini cukup dewasa dalam menjalani hidup. Tetapi selalu ada ketakutannya untuk memutuskan hidup bersama dengan seorang perempuan. Dalam otaknya selalu berpikir mau di kasih makan apa anak orang….?)
 Di ciptakan seorang laki laki adalah untuk menafkahi dan menjadi pemimpin dalam lingkungan sekecil apapun. Lelaki identik dengan kekuasaan, pengambil keputusan yang bisa membawa khafilah di bumi ini. Stereotype yang memang tidak akan pernah lekang dari tempelan yang namanya makhluk yang namanya laki laki. Kaum adam selalu tampil di muka, dalam urusan bumi maupun akheratnya. Dan itulah seharusnya. Kondisi yang membuat sulit bagi sebagian laki laki, saat dirinya memahami dirinya menjadi berlebihan. Menganggap laki laki adalah diri yang harus kuat dalam segala hal. Dalam perjalanan yang sebenar benarnya tidak ada sesuatu yang sangat sempurna dalam kehidupan ini. Tidak ada kesempurnaan yang hakiki.
 Adakah laki laki sempurna selain rosulullah, tidak, tidak mungkin?
Â
Entries (RSS)
April 30th, 2007 at 3:19 am
Berarti tu laki2 sangat bertanggung jawab, tapi terlalu melankolis dan pesimis menghadapi masa depan jadi ya gak bagus juga.
May 16th, 2007 at 10:29 am
Kayaknya lekaki yang tidak percaya sama takdir Tuhan. Rejeki kan sudah disiapkan sama Tuhan. Kalau berkeluarga ditambah. Gitu
June 6th, 2007 at 11:16 am
Kalo gitu kapan nikahnya…
kebanyakan orang menganggap kalo nikah harus berubah dewasa, dsb.
Padahal dengan menikah tidak harus berubah, yang penting sadar akan status barunya dan menjalankan kewajiban sesuai status barunya.
Nggak ada yang harus ditambah dan dikurangikan..