<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Keseimbangan</title>
	<link>http://agustine.net/opini/keseimbangan</link>
	<description>Pintu dunia itu, adalah juga pintu akherat kita,  media untuk ibadah karena kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Bekerja untuk orang lain. (sw 190107)</description>
	<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 21:16:39 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: fadil</title>
		<link>http://agustine.net/opini/keseimbangan#comment-93</link>
		<author>fadil</author>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2008 01:25:22 +0000</pubDate>
		<guid>http://agustine.net/opini/keseimbangan#comment-93</guid>
		<description>Hoi!!!! I miss you cung...
tapi mengapa kau melakukan kebohongan publik di profil web mu ini. karena sesungguhnya orang-orang kan memanggilmu "cung" trus kenapa mbok keren-keren kan menjadi "dhy"? (guaya mu, panganane jemblem karo menjes koq pake 'dhy' barang..??!!!) 
apakah ini bagian dari ambisimu atas perubahan itu? jangan berubah akeh2 cung! please... tetaplah gendheng seperti dulu. karena di situlah aku menemukan dirimu yang menjelma seperti warung kopi (yang juga jualan pecel dhewo) di lereng gunung, tempat para pendaki merasa aman, nyaman, hangat terlindung dari kucuran hujan. dan... suatu saat para pendaki itu akan kembali ke lereng gunung itu, tak untuk pergi ke puncak, tapi ke bilik yang penuh sesak dengan kehangatan tjinta. mereka rasa, keindahan dan ketakjuban paripurna yang ada dipuncak, ternyata ada di situ. 
tapi.. lalu... saat pemilik warung kopi dan pecel dhewo berpikir, "wah aku harus berubah nih..! mau tak bangun tingkat tiga warung ku ini, lantai satu jadiin starbucks, lantai dua diskotik dan lantai tiganya panti pijat.. pasti lebh seru...!" coba saja, gak sampe seminggu para pendaki pasti akan ngabur. meninggalkan dirimu, warungmu sendiri sepi di lereng gunung yang wingit menyeringai...
aarrgghh...!!! aaooouuu.... guk.. guk!
hiiiyyy..!

fadil
Hyde Park, Austin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hoi!!!! I miss you cung&#8230;<br />
tapi mengapa kau melakukan kebohongan publik di profil web mu ini. karena sesungguhnya orang-orang kan memanggilmu &#8220;cung&#8221; trus kenapa mbok keren-keren kan menjadi &#8220;dhy&#8221;? (guaya mu, panganane jemblem karo menjes koq pake &#8216;dhy&#8217; barang..??!!!)<br />
apakah ini bagian dari ambisimu atas perubahan itu? jangan berubah akeh2 cung! please&#8230; tetaplah gendheng seperti dulu. karena di situlah aku menemukan dirimu yang menjelma seperti warung kopi (yang juga jualan pecel dhewo) di lereng gunung, tempat para pendaki merasa aman, nyaman, hangat terlindung dari kucuran hujan. dan&#8230; suatu saat para pendaki itu akan kembali ke lereng gunung itu, tak untuk pergi ke puncak, tapi ke bilik yang penuh sesak dengan kehangatan tjinta. mereka rasa, keindahan dan ketakjuban paripurna yang ada dipuncak, ternyata ada di situ.<br />
tapi.. lalu&#8230; saat pemilik warung kopi dan pecel dhewo berpikir, &#8220;wah aku harus berubah nih..! mau tak bangun tingkat tiga warung ku ini, lantai satu jadiin starbucks, lantai dua diskotik dan lantai tiganya panti pijat.. pasti lebh seru&#8230;!&#8221; coba saja, gak sampe seminggu para pendaki pasti akan ngabur. meninggalkan dirimu, warungmu sendiri sepi di lereng gunung yang wingit menyeringai&#8230;<br />
aarrgghh&#8230;!!! aaooouuu&#8230;. guk.. guk!<br />
hiiiyyy..!</p>
<p>fadil<br />
Hyde Park, Austin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
