Selalu ada getaran untuk memulai yang baru. Ada beda frekwensi yang sebenarnya karena adanya koneksitas diantara keduanya. Percaya atau tidak. Ilustrasi batu baterey yang sudah terpakai dan tidak ada strumnya lagi meskipun keduanya di dekatkan di tempelkan pada radio atau barang elektronik apapun, pasti juga tidak akan timbul reaksi. Hal ini berbeda jika battery itu adalah masih mengandung energi listrik.
Â
Bagitu juga manusia, ketika ada muatan getaran getaran jiwa yang berbeda di dalam dirinya dan bertemu maka juga akan terjadi debaran yang lebih kencang. Apalagi kontak strum itu kemudian di timbulkan. Kontak mata. pasti ada degukan itu. Tidak mungkin tidak.
Â
Ataukah itu kemudian yang setara dengan hidayah cinta manusia.
 Pernah aku merasakan ada yang selalu memanggil manggil aku. Sehingga setiap perjalananku aku ingin menghampirinya. Aku tak mengenalnya. Aku tak tau siapa Dia. Bergetar hatiku mendengar namaNya. Berdeguk semakin kencang. Ingin mendekati Nya. Tapi aku tak mengenal Dia. Dalam mimpiku pun aku sudah di pangkuanNya, aku di pangku saat Dia berdzikir. Sama sekali tak aku pedulikan siapa Dia. Sungguh. Tak pernah aku mempertanykan, kapan dan apa Dia. Ketika cinta itu sudah melebur tiada lagi yang bisa menolak kuasaNya. Aku tak kuasa menolak apa yang menjadi keinginanNya.sehingga aku ingin selalu mengabdi pada hidayah cintaNya. Karena manusia hanyalah cermin dari apa yang ada di alam semesta ini. Aku bisa merasakan cintaNya karena aku mencintaiNya.
Â
Tatkala sudah dalam satu getaran hidayah cinta itu, mengapa kita kadang malu untuk mengakui. Untuk memulai bahtera samudra cinta, untuk menggapai cintaNya.
Â
Â
(Ayo lah bang, cepat untuk memulai bahtera samudra cinta, untuk menggapai cintaNya.)
Â
Di tulis sebagai bentuk aktualisasi menunggu waktu memulai bahtera samudra cinta, untuk menggapai cintaNya bersama someone in somewhere……………………
Â
Entries (RSS)