“Seberapa besar cinta abang? Cinta abang hanya seujung kuku. Dia sangat kecil, tetapi setiap kali dia di potong dia akan tumbuh terus, dan terus dan terus. Tak akan mungkin orang tidak berkuku. Dia kecil tetapi selalu ada. ”

O ala cinta ……………………..

(Aidil orangnya besar tetapi untuk berkata tentang cinta sangat mendalam dan dalam hati yang sangat dalam) berbeda dengan badannya yang sangat kekar. Tak salah sebagai bintang roman internasional. Hasil dari wawancara dengan penemu ide(aidil,yang sedang menggunting dalam lipatan, red, kalau salah mohon koreksinya) dia orang yang memang jauh dari penampakan romantis. Karena memang rasa cinta dan romantisme tidak perlu banyak orang tau hanya rasa yang entah akan bagaimana impelementasi rasa itu. Mudah mudahan cinta seujung kuku selalu ada dalam kehidupanku. Dan memang selalu ada cinta dalam hidup ini. Kalau tidak, akan rumtuh dunia ini.

( terima kasih cinta yang selalu hidup dan menghinggapi hati diriku ini–à kalau Uung baca ini dia pasti bilang tulisan anak kampung, tetapi tak ada Ung ini tulisan dari kampung cinta)

4 Responses to “Cinta seujung kuku”

  1. aa_arif says:

    koreksi bahwa bukan gua penemu-nya……. karena itulah rayuan Arjuana kepada salah satu dewi yang gua lupa namanya dalam cerita wayang…….

  2. Restu dewi says:

    Ah…tante Dyah..itu namanya cinta yang tak pernah mati

  3. billiemans says:

    ah, aidil sering banget mengatakan sayang pada istrinya di depan gwe
    dia orangnya romantis lg…(diantara sejenis aidil) hehehe..suaranya nakutin semua wanita, tapi katinya donx…lebih daripada robhinhood… go bro jon.

  4. Radin Inu says:

    hemmm gue stuju lohh ama lu Billie…..well makcik dah visualisekan siapa yang akan jadi Cinta Seujung Kuku lu…..

Leave a Reply