Kata kata untuk cuci tangan yang sering kita dengar adalah bukan saya kan. Tadi masih bisa, tadi tidak apa apa, tau tau begini. Itu yang sering kita dengar ketika terjadi sesuatu yang menunjuk pada sesuatu yang salah.
Secara tidak kita sadari kita masih mementingkan ke akuan kita, bahwa kita adalah orang yang sempurna, wah, dan paling. Pokoknya saya, tidak ada salahnya. Apa sebenarnya yang kemudian akan kita nikmati dengan bahwa saya. Bahwa saya, membuat kita menjadi tidak bisa bertenggang rasa. Tidak bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain. Atau bahkan terserah orang lain yang penting saya. Seolah kita tidak memikirkan bagaimana orang lain menjadi lebih bahagia dengan kedatangan kita.
Suatu hari ABU pernah berkata, bahwa orang ikhlas itu jika dia ada orang lain tidak pernah merasa bahwa dirinya ada. Tetapi ketika dia tidak ada, orang lain merasakan kehilangan.
Orang ikhlas tidak pernah memikirkan tentang keberadaan saya. Yang penting semua bisa berjalan lancar, tidak penting saya ada di mana.
( ….ABU H.Don adalah sosok panutan dalam hidupku, Guru sejati dalam kehidupan dunia akheratku kelak, ….)
Sawangan, 17 Juni 2007, 4mpw aku kehilangan.
Entries (RSS)
July 11th, 2007 at 9:38 am
Yes…You are right..
mudah-mudahan kita selalu belajar dan belajar menjadi orang yang ihklas…