Ada perasaan tentram,  ada perasaan nyaman,  ada perasaan tenang, dan aman, dekat dengan seseorang yang bijaksana.  Saya adalah orang yang beruntung di likungan orang orang yang bijaksana. Karena pimpinan saya yang sangat bijaksana.
“ Pak jendral, jangan pilih bintang tapi lebih bagus purnama,”
“ Sama sajalah itu, tidak ada yang lebih bagus atau lebih jelek, ” jawab pak jendral mendengar aduan seseorang. Padahal bunga bukan nama sebenarnya mengatakan fakta, bintang memang orang yang kurang baik. Saat bunga mengadukan pada pak jendral bintang dan purnama ada di ruang yang sama dengan bungan dan pak jendral. Pasti bintang merasa tersentak saat itu, dan purnama menjadi bangga, besar kepala atau bahkan purnama bisa jadi merasa tidak enak dengan bintang.
Jawaban pak jendral sangat menyejukan dan sangat bijaksana, “ Sama sajalah itu, tidak ada yang lebih bagus atau lebih jelek, ”
Pak jendral berusaha meletak posisi yang sangat netral. Karena memang pak jendral adalah panutan yang bukan karena tuntutan, tetapi memang dari dalam dirinya sudah banyak mengalir aura aura yang menjadikan  bijaksana.
Bijaksana bukan tuntutan, tetapi seharusnya sudah inheren bagi diri kita. Makhluk tuhan yang hidup dalam banyak ragam kehidupan. Karena kehidupan yang normal adalah adanya keseimbangan hidup. Dan yang tidak bisa di hindarkan hidup ini selalu ada lawannya. Lawannya baik adalah buruk. Lawan tampan adalah jelek. Lawan mancung ya pesek. Lawan hitam adalah putih. Apakah lawan itu selalu jelek, tentu tidak. Karena ada baik itu karena ada jelek. Bisa baik karena ada yang jelek. Apalah arti hidup ini jika tidak ada keseimbangan, dan hanya satu saja kelompok, pasti susah untuk saling mengisi ya.
Terima kasih atas pengalaman untuk hidup bijaksana dari Pak Jendral(meeroba, 0407)

Leave a Reply