Panggilan direktur semasa aku menjaga kantin, kutanggapi dengan senyum. Ada ada saja bang dipal nih. Di kantin aku hanya menggantikan sementara, karena senang aja aku jaga kantin. Aku hanya membayangkan kalau aku punya toko, kemudian melayani pelanggan pasti menyenangkan. Aku bersihkan, aku tata hal yang baru yang belum pernah aku alami sebelumnya.
Bagaimana melayani pelanggan?bagaimana menerima pembicaraaan dengan banyak orang yang kadang tak tau jluntrungannya kemana? Senang aku disana. Dala hatikku kapan aku punya toko, kapan aku bisa mengelola semacam ini. Pagi pagi bang dipal, selalu mengatai aku dengan sebutan bu direktur. Nggak sekali dua kali. Aku senyum senyum aja. Wong aku Cuma pegawai. Yang direktur kantin pengelola yang charsat. Selama hampir 3 bulan aku di kantin. Bahkan 3 bulan kurang. Aku di kasir, kadang nyapu, ngepel, ngangkat gelas, piring. Di tengah tengah aku harus jaga kantin, tiba tiba aku mendapat kabar ibu sakit demam berdarah. Tiada yang dapat menguras pikiranku selama ini kecuali tentang kondisi ibu. Aku laporkan hal ini pada pak jendral besarku, beliau bilang aku harus pulang. Tapi lihat kondisi nya. Dan aku di suruh pulang dengan waktu 1-2 hari. Ya, waktu yang cukup singkat. Tetapi tidak ada kata lain selain ya, untuk pak jendral. Karena aku hanya pembantu Jendral, tak ada alasan untuk tidak berkata ya. Bilang ya apa susahnya.
Hanya kata ya, semua jadi ya ya ya…………
Dengan satu kata ya, untuk Pak Jendral, kata kata Bang Dipal itu menjadi ya.
(setiap kata adalah doa, itulah yang di ucapkan oleh Bang Dipal menjadi suatu doa yang luar biasa, doa dari seorang yang selalu ada Tuhan di dadanya. Terima kasih Bang Dipal atas doanya.)
Sawangan, desb 2007
Entries (RSS)
December 27th, 2007 at 7:30 pm
Hallo my best friend… lama sekali tak jumpa…
zhoeghenk.