Kalau semuanya baik, ya namanya show room. Begitulah analoginya, sebuah tempat perbaikan diri. Tempat perbaikan diri, adalah suatu tempat yang digunakan untuk orang yang ingin membuat dirinya menjadi lebih baik. Sehingga tempat perbaikan ya, sebuah tempat yang isinya adalah bukan orang orang baik.
Kalau ada sebuah salon kecantikan, niscaya disana yang datang adalah orang orang yang ingin mempercantik diri. Kalau sudah cantik ya ndak usah ke salon. Kalau yang ke salon adalah untuk perawatan ya sama saja, mereka merasa akan menjadi lebih cantik dan mempercantik.
. Dari kecil aku sangat suka dengan seseorang yang mengendarai mobil jelek, atau mobil yang bukan baru sama sekali. Mobil mobil kuno yang kemudian di rawat. Dalam pikiran saya, orang yang memiliki mobil tua tetapi terawat, adalah orang yang pandai sabar dan pasti cerdik. Bayangkan saja apabila sebuat mobil tua kemudian mogok di tengah jalan, otomatis si empunya akan memperbaikinya saat itu juga. Dan sangat rawan sekali dia mengalami kerusakan. Belum lagi kalau onderdilnya tidak beres.
Intinya saya selalu tertarik dengan orang orang yang selalu dekat dengan barang barang yang penuh dengan perawatan. Dalam benaku dia pasti orang orang yang mampu dan sangat mengenal anatomi dari barang barang yang di rawatnya. Sangat berbeda dengan orang orang yang inginnya memiliki barang langsung bagus. Mereka biasanya un history, begitu mungkin bahasa kerennya.
 

 Bagitu juga bengkel, bengkel adalah tempat perbaikan untuk menjadi lebih baik (Dalam surau ini tidak ada orang yang baik, tetapi tempat orang memperbaiki diri, layaknya sebuah bengkel Chairman Bro, ISE Bandung, 0705)

Leave a Reply