Tuhan itu menurut prasangka hambaNya. Begitu salah satu hadist yang pernah aku dengar. Aku lupa ayat atau hadist.  

Memaknai prasangka hambaNya ini cukup lama aku menelaahnya. Apa yang di maksudkan. Tetapi kemudian aku membaca beberapa literatur tentang mestakung (alam semesta mendukung) law of attraction, the secret. Kemudian aku baru memahami. Akan kekuatan positif kekuatan positif. Dalam teori teori motivasi yang di paparkan tentang kekuatan positif yang akan mempengaruhi kimia alam semesta, merupakan ajakan kita untuk berbuat kebaikan.

Kemudian tentang visualisasi. Menggambarkan apa yang kita inginkan dan kita cita citakan, dalam pemahamanku itu adalah masuk ke dalam otak atau bisa dikatakan ada data yang masuk ke think tank kita. Kemudian memori itu di arsipkan dalam sebuah alam sadar yang kemudian di sampaikan kepada pembawa ala mini. Kemudian list yang ada yang sudah masuk kepada Tuhan tadi masuk di daftar tunggu. Kemudian Tuhan melihat apa apa yang telah kita buat. Dan mencari waktu yang tepat untuk mendapatkannya. Ketika di anggap sudah tepat maka di turunkanlah list arsip keinginan kita satu persatu. Karena setiap kata itu adalah doa, begitu pesan ibuku dulu. “Jadi kalau ngomong yang bagus bagus, ya.” Karena semua doa. Sehingga apa yang kita omongkan, yang kita pikirkan semua tercatat oleh Tuhan. Begitu banyak arsip yang sudah ada di agendanya. Dan menunggu waktu yang tepat untuk menurunkan karunia dari semua keinginan kita.

Aku ingat beberapa waktu lalu Abu pernah menyampaikan bahwa, kalau kita berbuat baik, maka Tuhan menyampaikan bahwa, hai alam semesta si fulan sudah berbuat baik, maka berbuat baiklah kalian semua padaNya. Dan kata “Bapak” Tuhan tidak pernah mau berhutang. Jadi setiap kita beruat apapun maka semua akan kembali dengan perbuatan kita masing masing. Seperti yang di bilang Abu, semua perbuatan orang kepada kita kembali pada yang membuatnya. Kalau kita menanam mangga tidak mungkin kita memetik durian. Kalau kita menanam durian tidak mungkin kita memetik strowberi. Tetapi semua sama dengan tanaman yang kita tanam. Tetapi kalau saat ini kita merasa belum mendapatkan apa yang kita tanam. Maka bisa instropeksi diri dulu kita. Mungkin Tuhan masih ingin mencarikan moment yang lebih tepat, atau mungkin dilihat dari sisi kepantasan memang belum pantas semua itu kita dapatkan.

One Response to “Baikkkkk”

  1. Putra says:

    setujuu :D

    apa yang kita tanam itu yang kita dapat… :D

Leave a Reply