Archive for the 'Opini' Category

Ye Wen dan Li Xiaolong (Bruce Lee) (Epochtimes.co.id)

Andaikata saja Bruce Lee (dalam Bahasa Mandarin terkenal dengan nama: Li Xiaolong) tidak sukses, barangkali tak banyak orang yang dapat mengingat eksistensi guru budimannya: Ye Wen. Sejak kanak-kanak, ia belajar ilmu silat. Meski menguasai jurus maut, tetapi ia tidak suka menindas yang lemah, bertindak hanya demi keadilan.

(more…)


Penggunaan bahasa atau kata nempur saat ini memang jarang terdengar. Bisa karena kecanggihan tehnologi, era globalisasi  sehingga menyebabkan punahnya kata kata local ang dulunya sempat popular pada jamannya. Nempur sering saya dengar sekitar tahun 80- hingga tahun 90 an, di daerah Sanansari Malang Jawatimur. Secara harfiah nempur itu artinya membeli beras untuk keperluan makan sehari hari, dengan membeli eceran, yang ukurannya sekitar setengah hingga  2 kg. dan kata kata nempur ini hanya berlaku untuk beras sebagai kebutuhan pokok yang harus dipenuhi untuk mekan sehari hari. (more…)


Aturan hidup manusia sebenarnya tidak ada aturannya. Sebagai ilustrasi adalah saat sekumpulan monyet monyet berkumpul. Kemudian mereka bertanya Tanya mana monyet yang sebenar benarnya monyet. Atau bisa dikatakan mana monyet yang sejatinya monyet. Akhirnya mereka berlomba lomba untuk membuat rincian rincian kegiatan yang biasa dilakukan oleh monyet. Dikatakan seorang monyet jika dia adalah pandai memanjat, pandai mencari kutu, pandai makan kacang. Ternyata masih banyak lagi kegiataan monyet monyet yang belum tertulis. Akhirnya dibuat kesepakatan bersama diantara para monyet tadi, bahwa akan dikatakan sebagai monyet sejati jika pandai memanjat, suka makan kacang, pandai mencari kutu, dan serentetan aturan tadi. Akhirnya monyet yang tidak bisa mencari kutu, merasa bukan monyet sejati. Mereka yang tidak bisa makan kacang juga tidak dikatakan sebagai monyet sejati. Akhirnya banyak sekali monyet yang frustasi menjadi monyet. (more…)


Side A side B, itu adalah kaset. Bahasa gamblangnya adalah di depan lain, di belakang lain. Dengan alas an takut menyakiti yang bersangkutan kemudian dia hanya berani berbicara di belakang. Untuk di depannya dia bermuka manis. Sedikit menjengkelkan memang walaupun berniat agar semua baik baik saja. Yang terjadi adalah oportunis. Berdiri di saat yang lain beridiri, dan tiarap aat yang lain tiarap. Tidak berani bertanggung jawab dengan siapa dia sebenarnya. Biasanya kemudian berusaha membuat trick agar mendapatkan keuntungan. Alias tricky disetiap yang dia kerjakan. (more…)


Itulah yang saat ini saya rasakan. Suatu keberuntungan akibat dari masa lalu. Saya tidak membayangkan jika saat saya berada dan berkecukupan dalam hal keuangan kemudian saya pelit. Bisa jadi di saat saya tidak  berduit dan saya meminta bantuan semua orang hanya tertawa melihat sikap saya. (more…)


Kapanlagi.com - Sesungguhnya betapa anehnya memiliki hubungan dengan wanita yang bukan ibu Anda itu. Dia tidak memiliki cinta tanpa syarat kepada Anda, tetapi dia memilikinya kepada orang yang Anda nikahi. Demikian kata Eden Bowditch, salah satu penulis buku tentang hubungan ibu mertua dengan menantu perempuannya. Isi buku itu adalah kisah nyata 53 wanita berbagai bangsa.

Terbit April lalu di Amerika, dicetak tujuh ribu kopi, dan lebih dari setengahnya langsung terjual. Rupanya ada yang menarik pada hubungan yang terlihat biasa-biasa saja itu. Menurut penulis buku itu, Anda sebaiknya memiliki selera humor dalam segala hal. Bagaimanapun juga Anda harus hidup dengan wanita itu karena Anda memilih anaknya. (more…)

Aku yakin tidak ada yang kebetulan. Semua datang jika memang kita sudah siap. Sangat toleran. Itulah yang aku rasakan. Malam itu tidak sengaja ngobrol dengan belahan jiwaku. “ya, aku siap punya anak”.

Rupanya Tuhan mendengar. Dan hasil test pack positif. Dasyatnya kuasa Tuhan.