Baba selalu bersama bebe dan bubu. Bertiga aja kemana mana. Orangnya gokil banyak senyum. Item Manis. Keliatan agak preman. Hiiiiiiiiiiiiiiiiii. Begitu waktu jumpa pertama. Suatu hari ada yang menarik dari Billy.
Baba selalu bersama bebe dan bubu. Bertiga aja kemana mana. Orangnya gokil banyak senyum. Item Manis. Keliatan agak preman. Hiiiiiiiiiiiiiiiiii. Begitu waktu jumpa pertama. Suatu hari ada yang menarik dari Billy.

Warnanya kuning panjang layaknya sebuah pisang , cukup di tumpangi untuk 5 orang,, perahu karet ini hanya dilengkapi dengan tali tali untuk masing masing tempat duduk pada penumpangnya, banana boat akan berjalan jika di tarik oleh sebuah perahu mesin, dia bergerak kencang, sementara banana boatnya di ikat kencang kencang agar dia bisa berjalan du tengah tengaj ombak yang cukup kencang. (more…)
Mengarungi samudera mulai duduk, berdiri dan tidur. Sejak kecil aku sudah mengenal lagu nenek moyangku seorang pelaut. Tetapi aku baru kenal laut kelas 6 SD waktu aku perpisahan sekolah ke Madura. Tetapi itupun Cuma 10 menit. Menyeberang ke Selat Madura. Penyebarangan yang lain aku lakukan saat aku ke Bali dan Lombok. Penyeberangan ke Lombok rasanya sangat menakutkan, karena kapal yang aku tumpangi bersama adik dan omku, terkena ombak besar dan membuat kapal itu berbalik arah. Aku hanya mendekam ketakutan, sementara omku hanya ingin menenangkan kita agar kita tidak panik.
Hari ini sangat beda yang kurasakan. Aku mengarungi samudra dengan ombak besar menggunakan perahu dengan satu mesin saja. Kapal Pantara. Semua orang sudah di persiapkan dengan antimo dan antangin, karena orang pintar minum tolak angin. Semua orang tanpa tedeng aling aling minum antimo dan antangin.
Hari ini aku menaiki kapal yang sangat pendek dekat dengan gelombang. Kapal kita berusaha untuk memecah ombak. Goyangnya mak, maut. Saat duduk aku merasakan betapa ombak itu mengguncang perutku. Duduk aku merasa harus mempertahankan diri untuk bisa duduk enak. Artinya kita berusaha untuk mendapatkan posisi nyaman tidak berusaha untuk menikmati.
Kemudian aku mencoba berdiri dan berusaha untuk mengikuti alunan ombak itu, sambil aku melihat kapal ke depan, ternyata pasa posisi ini terasa lebih enak. Karena kita ikut arus. Yang kemudian juga saya coba adalah dengan tidur. Aku tidur karena minum antimo dan tolak angin. Posisi ini terasa lebih nikmat lagi, karena sama sekali aku tidak merasakan gelombang itu. Tetapi aku hanya pasrah terbawa arah kapal itu dan akhirnya sampai ke pulau.
Sering kali mengarungi samudra diidentikkan dengan kehidupan. Karakter ombak yang beraneka ragam menjadikan sebuah analogi bahwa hidup ini adalah seperti ombak yang selalu naik turun. Selama ini aku hanya memahami saja dengan majas majas semacam ini. Tetapi tidak untuk hari ini. Karena setelah aku merasakan naik papal dan mengarungi samudra. Bahwa persoalan kehidupan adalah bagaimana kita menghadapinya , dan bagaimana bersikap, sama halnya memposisikan diri untuk menghadapi ombak di laut, berdiri duduk ataupun tidur, sungguh ini menakjubkan untuk sebuah pengalaman . semakin kita memikirkan apa yang kita hadapi semakin bingung kita bersikap, dan akhirnya bukan kebingungan yang harusnya kita sikapi, melainkan bagaimana kita memahami esensi sebuah persoalan yang kita hadapi, segera bangun dan bersikap itu mungkin perlu,.
Jadi mengarungi samudra kehidupan tidak lepas dari bagaimana kita lepas dalam mengambil sikap akan efektifitas kehidupan itu sendiri.
Pantara, Pulau Seribu, 6-7 September 2007
Assalamualaikum
Buruang pipit tabang surang, Datuk Maringgih iyolah kayo.
Di bulan yang penuh rahmat ini, semoga segala aktifitas kita tetap dapat terlaksana dengan hasil maksimal dan mendapat ridho Allah SWT
Bulan Ramadhan benar-benar memberikan pulangan yang besar dan ibarat pasar untuk dagangan ke akhirat. Ditamsilkan juga seperti tanah yang subur untuk bercucuk tanam menuju ke sana. Perbuatan yang hidup dan cergas di dalam bulan ini dikiaskan seperti hujan April yang turun pada musim bunga. Bulan ini juga merupakan festival yang amat mulia bagi orang-orang yang mengabdikan diri kepada tuhannya. (The Risale-i Nur Collection, Letters, The Twenty-Ninth Letter).
Hikmah Puasa :
·Berpuasa dapat melatihkan diri untuk menjadi seorang yang dekat dengan Allah.
Berpuasa dapat menahan diri dari mengikut keinginan hawa nafsu keduniaan.
Berpuasa dapat menginsafkan diri sendiri dalam mengenangkan bahawa kita ini adalah hamba Allah yang lemah.
·Berpuasa adalah sebagai tanda kesyukuran dan terima kasih kepada Allah yang telah memberikan segal nikmat dan rezekiNya kepada kita.
·Berpuasa dapat mendidik diri jiwa untuk mentaati segala suruhan Allah serta suruhan yang lain-lainnya.
-Berpuasa dapat menyucikan diri dan dapat meninggikan tahp keikhlasan hati.
-Berpuasa dapat melatih diri supaya bersifat sabar, tabah dalam menghadapi penderitaan, kesusahan dan segala cubaan dari Allah terhadap kita.
-Berpuasa dapat melatih dir agar menjadi seorang yang amanah.
- Berpuasa dapat memelihara diri dari terjatuh ke dalam lembah maksiat dan dosa.
-Berpuasa dapat melahirkan perasaan kasih sayang dan tolong menolong terhadap sesama insan terutama kepada fakir miskin, anak yatim, orang yang melarat dan sebagainya.
-Berpuasa dapat menyihatkan badan dan melatih diri untuk hidup lebih berdisiplin.
-Berpuasa dapat menguatkan keimanan kita terhadap Allah s.w.t.
-Berpuasa dengan penuh keikhlasan dan mengharapkan akan keredaan Allah maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
-Berpuasa dapat menimbulkan perasaan indaf dan belas kasihan orang-orang kaya terhadap golongan miskin yang sentiasa hidup menderita kelaparan dan dahaga.
Tetap semangat, dan berkreasi tanpa mengenal batas waktu
(dhysumarsono@yahoo.com, 9 september 2007, surat elektronik dan dari Bang Isa Indrawan, Rektor Universitas Panca Budi Medan, pemanah yang selalu siap mengendalikan anak panah dan busurnya untuk berjuang di trackNya)