Ada pertanyaan yang selalu mampir pada seorang perempuan ….. Satu pertanyaannya kenapa wajahnya selalu bersih dan selalu semakin cantik. Konon kabarnya perempuan ini tidak pernah membersihkan mukanya dengan product kosmetik apapun. Tiap hari perempuan itu selalu berbedak. Tetapi tidak pernah perempuan itu membersihkannya dengan sabun atau apapun. Hampir tidak ada yang percaya. Dengan sejujur jujurnya perempuan itu bercerita wajahnya hanya di bersihkan dengan air saat dia berwudlu. Di tambah lagi setiap kali memakai bedak dia semprotkan air bersih murni.
Satu lagi jawaban perempuan itu, semakin dekat wajah ini dengan lilin semakin terkena cahaya pula wajah ini, yang menjadikan terangnya wajah seseorang ketika dilihat. Karena wajah itu pancaran hati. Wajah ini adalah miniatur tubuh kita. Semua syaraf yang berhubungan dengan bagian dalam tubuh kita ada pada wajah kita. Jadi kalau ada yang konslet dalam tubuh kita pasti miniatur ini juga akan terpengaruh. Tidak usah jauh jauh. Kalau kita sakit perut, pasti wajah kita pucat. Sakit panas juga wajah kita pucat.
Jadi sebaiknya yang olah raga biar sehat. Agar semua fungsi tubuh kita berjalan normal dan miniatur tubuh kita pun juga sehat.
Hidun sehat, dengan air bersih. Air bersih itu antara lain air wudlu. Orang yang berwudlu teratur setidaknya dia bersihkan mukannya sehari 5 kali. Segar dan tidak sempat debu itu menempel. Kemudian rajin minum air bersih. Bersih dari segalanya untuk menggelontor semua yang ada di tubuh kita. Gampang toh. Pasti wajah kita akan bersih. Dan berpikir positif, yakin kita sehat. Kalau tidak sehat tidak bisa beraktifitas dengan baik dan benar. Rugi.
(Aty Kardian ……………..nggak usah penasaran ya)
Alami. Pagi pagi aku mendapat kata kata alami dari seorang teman yang mambaca tulisanku. Aku juga tidak begitu paham apa yang dia maksud dengan alami. Aku berbaik sangka aja, bahwa alami yang dimaksudkannya adalah apa adanya cerita biasa yang tanpa ada apa apanya, tidak berbunga bunga. Terima kasih apresiasinya. Tetapi kemudian sejenak aku berpikir, apakah ini yang dimaksud dengan tangan Tuhan. Tuhan mengekspresikan rasa suka, puas, marah, sedih lewat orang orang di sekitar kita. Karena tidak mungkin tuhan menunjukan tangannya kepada kita. Bagaimana mungkin? Tuhan adalah dzat yang berbeda dengan makhluknya. Tuhan berbeda dengan monyet, Tuhan berbeda dengan manusia, Tuhan berbeda dengan pisang, atau bunga mawar yang wangi sekalipun. Tuhan bukan itu. Tetapi Tuhan adalah Dzat di luar kekuasaan manusia, diluar kekuasaan makhluknya.
Suatu hari, aku didatangi seorang yang katanya menyayangiku . Kemudian dia berkata padaku†hidup ini harus keras pada diri sendiri, jangan menuruti kesenangan diri sendiri†(SW, akhir desember 2006) sama sekali aku tidak setuju. Menurutnya, hidup ini harus keras dengan diri sendiri sehingga kalau kita susah kita tidak kaget. Artinya hidup ini bagi dia adalah penderitaan. Bukan untuk kenikmatan. Susah bagi aku untuk menerimanya. Hidup untuk penderitaan. Karena hidupku memang untuk bersenang senang. Tidak ada hari tanpa tertawa. Karena tertawa adalah tanda bahagia. Tanda senang. Dengan bersenang senang berarti kita bersyukur. Dengan bersenang senang berarti doa kita pada tuhan sudah terkabulkan. Yaitu bahagia dunia akherat. Karena pintu dunia adalah pintu akherat kita. Dari sekarang sebenarnya sudah tahu dan sudah kita rasakan pintu akherat itu. Pintu itu pintu bahagia kita. Secara prinsip aku tidak setuju kalau kita beragama itu adalah sebuah suatu kesusahan kita. Contohnya: hari ini puasa kita harus menahan hawa nafsu, bla bla bla……… dan kemudian merasa terpenjara. Saya tidak sepakat. Tetapi coba kita nikmati puasa itu. Kita nikmati peraturan itu. Kita lakukan dengan bersenang senang, pasti semua juga akan ringan. Dan pintu akherat itu juga demikian pasti. Keras untuk diri kita dengan cara bersenang senang. Membahagiakan diri. Membalik mindset kita dengan yang negative itu menjadi semua yang positif. Yang akhirnya timbul istilah tempe cinta, nasi cinta. Bahannya yang dimasak biasa, tetapi ada cinta dan bahagia di dalamnya( billy mansyur, 2007) Jadi kita harus bersenang senang!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Meskipun tiap orang ada cara yang berbeda dalam bersenang senang. (Sedikit memaknai dai HASB, 060607 malam, troba)

Entries (RSS)