Archive for June, 2007

Iya nak, tidak perlu terburu buru ya, sabar ya nak, itu jawaban Ayah kepada anaknya. Tidak begitu saja sang Ayah mengabulkan apa yang menjadi keinginan anaknya. Sang Ayah sangat paham bagaimana keadaan anaknya. Tidak semua keinginan si anak selalu harus cepat di penuhi, karena tidak semua yang cepat itu tepat. Kadaang perlu kesabaran dan proses. Bisa jadi hanya keinginan yang sesaat saja. Jadi perlu di telaah dulu.

 

(sawangan, 00.00, 15 juni 2007, Ayah mohon bimbingan agar ananda menjadi lebih sabar, lebih sabar dan lebih sabar, …… aku menginginkannya)

Ada tusuk gigi. Selalu yang aku dengar dan bahkan beberapa hari aku baru bergabung dalam komunitasnya yang aku dengar adalah ada tusuk gigi. Pertanyaan itu terngiang terus. Dan ternyata tidak satu dua kali, pertanyaan itu muncul. Bahkan setiap kali, padahal aku juga tidak pernah mengabulkan permintaannya, tusuk gigi. Gigih juga mencari tusuk gigi. Itulah TAA.

Selain tusuk gigi, TAA, sempat menyampaikan suatu kata yang menurut aku menjadi bagus untuk menjadi pengingatku, yang penting informatif. Kata kata ini sangat sederhana, tetapi aku sangat ingat dengan kata katanya yang penting informatif. Makasih ya TAA, mungkin banyak kata yang sudah terucap, tetapi yang aku ingat Cuma itu . maaf ya. Dan satu lagi, tentang kaset jadul, jamal mirdad, juga lagu kamu tito sumarsono. Yang meskipun di cela tetapi dicarinya juga..

( makasih pak teddy, sebutan nya TAA, Teddy Anton Akrab …………………….. sehari sebelum ke dufan, 14 Juni 2007)

http://farm1.static.flickr.com/226/471050773_b0a520f072_m.jpg

bidikan Hidup ini adalah membidik. Harus focus pada kemana visi kita. Tetapkan, fokuskan dan kerjakan. Membidik adalah melihat masa depan dengan seksama, dan sesingkat singkatnya. Satu metode yang menarik yang saya pelajari dan bisa diterapkan adalah Metode Future Research. Metode ini aku kenal beberapa tahun yang lalu. Saya belum mendapatkan refernsi yang cukup banyak tetapi cukup untuk daya pancing diskusi teman teman dekatku. Awalnya kita berkenalan satu sama lain, dengan kondisi yang sangat berbeda beda. Satu orang memperkenalkan dirinya. Aktivitas sampai dengan bagaimana dia sampai bisa bergabung dalam aktifitas pelatihan itu. Kemudian mereka saling tertawa tersenyum dan kemudian ya … saling meledek. Ini adalah kesempatan yang bagus yang bisa digunakan untuk ice breaking. Apalagi kalau fasilitatornya memang benar benar ingin menggali lebih dalam dalam perkenalan ini. Kemudiab fasilitator menekankan lagi, punya kesan yang menyenangkan di masa kecil. Wah ini adalah suasana yang mengesankan sekali. Saat di tanya seperti itu. Aku langsung nyeletuk. ” saya sangat terkesan kalau di kasih permen coklat. Saat yang paling bahagia. Karena masing masing orang dekatku pasti memiliki ciri yang berbeda dalam memberi coklat. Kalau teman bapak kantor, selalu memberi saya coklat silver queen, kalau mbah kung coklat cap jago, kalau om ipang coklat full cream, kalau pak de rus sama tante is silver queen. Dan kalau ulang tahun aku selalu di beri permen coklat yang di kaleng, permen van houten. Ada lagi yang suka ngasih permen coklat merek almond. Itu cerita indah masa kecilku. Masa sedih yang saya rasakan adalah ketika saya mendengar Lagu Gombloh, Tai Kucing Rasa Coklat. Sangat sedih aku. Tetapi kebahagiaanku di masa kecil cenderung menguasaiku 97 % kehidupan ku saat ini. Kemudian fasilitator menyampaikan, ya kehidupan masa kecil selalu membawa kita sampai dewasa. Sama juga dengan kehidupan kita sehari hari. Di saat kita tertawa di pagi hari maka sehaian kita juga akan merasakan kebahagiaan. Tapi jika kita bersedih di pagi hari maka akan terbawa juga hingga sore hari. Oleh karenanya kita harus bisa mengawali semua dengan senang, gembira dan lapang hati. Tidak banyak yang memiliki pengalaman indah di masa kecilnya. Bersyukurlah kita jika kita merasakan itu semua. Kemudian satu persatu peserta juga di minta untuk menceritakan kembali. Otomatis mereka menceritakan yang baik baik saja. Tetapi yang menarik ada seseorang yang memiliki keberanian untuk menyampaikan kehidupan pahit di masa kecilnya. Forum akhirnya menjadi berwarna, menjadi cair seperti ice cream yang berada di parkiran terik sinar matahari. Kemudian forum itu pun di bagi dalam kelompok kelompok kecil. Tujuannya adalah agar diskusi menjadi lebih mudah. Dan lebih cair. Menarik. Akhirnya kelompok kelompok kecil ini pun di minta untuk membuat pemetaan per 1 tahunan. Mulai tahun 60’. 70’. 80’.90’2000, kejadian apa apa yang menyenangkan dan kejadian apa yang menyedihkan. Mereka menggunakan metode meta plan. Aku diminta untuk menulis satu ide satu kertas. Tahun 60 an yang aku ingat yang menyedihkan adalah G 30 S PKI. Tahun 70 an , adalaah kasus malaria. Tahun 80 an. Aku lupa aku menjawab apa. Tahun 90 an aku jawab jerman bersatu, runtuhnya suharto, pergantian presiden. Tahun 2000 an, mulai munculnya istilah milenium ke tiga. Yang pasti banyak sekali yang kemudian awalnya tidak kita ingat. Dan para fasilitator berusaha untuk mengingatkan lagi. Setelah kejadian nasional dan internasional kemudian diminta lagi, untuk mengutarakan situasi yang menyenangkan di dalam diri masing masing peserta. Setelah itu kami di minta untuk memampang semuanya di pinggir pinggir ruangan. Yang sama tidak perlu di tempelkan. Setelah semua pada ribut untuk menempel nempelkan, kemudian. Fasilitator menyampaikan itu kejadian yang lalu yang bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Setelah itu, diminta lagi untuk menuliskan akibat dari semua kejadian kejadian yang telah kita tuliskan. Semua pada sibuk sekali menuliskan. Dan memang kecendurngan kita adalah memang ingin semua orang mengakui keberadaan kita. Kemudian di minta mengutarakannya. Semua riuh redah. Maunya pendapatnya di dengar. Menjadi pendengar memang susah.. sangat susah… lebih mudah jadi orator. Sudah. Sudah sudah . Masih dilanjutkan lagi., kita diberi satu kasus. Suatu suasana di tahun 2020, apa yang akan kita lakukan untuk membuat hidup ini menjadi berarti bagi anak anak kita. Banyak sekali mereka lakukan. Konsentrasi mereka pun berbeda beda. Ada yang konsentrasi di pendidikan mereka, konsentrasi di pendidikan mereka. Ada yang konsentrasi di, wah macem macem lah pokoknya. Ada yang konsentrasi dalam budaya. Ada yang konsentrasi pada isu perempuan. Kemudian masing masing konsentrasi tadi di jadikan satu lagi. Akhirnya mereka membuat sebuah proposal tentang apa apa yang mereka lakukan, untuk membuat sebuah aktifitas. Asyik juga memang. Macem macem proposal yang mereka buat, dan kemudian di presentasikan. Ini menarik, karena konsepnya sangat berebda beda. Dengan metode yang beda pula. Apalagi orang orang seni, mereka cenderung untuk tidak terlalu formal dalam menuliskan rencana mereka. Mereka lebih mudah praktek, katanya, ketimbang harus di rancang rancang dahulu. Suatu suasana yang menyenangkan dalam sebuah perbedaan konsep. Yang akhirnya sama. Ingin membuat suatu rancangan untuk membuat hidup lebih berarti bagi anak anak. Usai semua memprsentasikan kemudian, mereka di minta untuk hening dan diam. Kemudian di minta duduk tenang dan memejamkan mata. Diiringi sebuah lagu instrumen di minta untuk menerawang di tahun 2020, apa yang terjadi dengan anak anak. Tidak lama 30 menit. Ada yang tersenyum ,ada yang menangis, ada yang cemberut. Berbagai macam ekspresi saat mereka memejamkan mata, dan setelah itu. Mereka diminta untuk menuliskan kembali, untuk kemudian di ceritakan.

(ini aku memenuhi janji, pada jhon aidil tentang metode future research sederhana)

Bajunya selalu mantap. Selalu pas di pakai, perawakan tinggi, putih dan semampai. Rambutnya agak pirang, ikal berombak. Aku suka melihatnya. Orangnya tegas. Menurut pengakuannya dia orang yang jayus (jail dan usil). Beberapa tahun yang lalu aku pernah lihat di jalan tanjung. Tak berani aku menyapanya. Tetapi aku liat dari kejauhan orang yang sangat berkarakter. Suka aku melihatnya. Tidak mudah tersenyum.
Aku ketemu lagi setelah di ampera. Senyumnya secukupnya untuk orang orang yang tidak terlalu bersentuhan dengannya.
Sekali lagi aku suka, dengan gaya dia mengisap rokok. Dan sesekali meneguk teh panas(ternyata tidak minum kopi– maaf aku ralat). Mantap.
Suatu kali aku sempat ngobrol ringan dengannya, aku menilai memang betul betul orang yang harus di gali. Banyak yang bisa kita dapatkan dari dia.
Humanis. Itu yang aku rasakan.
Terus terang aku selalu terinspirasi dengan baju baju dia. Pas banget, baik warna ataupun modelnya. Aku sempat terkesima saat dia memakai baju warna biru, yang akhirnya aku kepincut untuk membeli baju warna biru juga.

Ok mbak makasih ya.

(…………….masih banyak yang harus aku pelajari dari mu, ijinkan aku untuk bisa menggali semua yang ada pada dirimu. MPW……Mita P.Witjaksono)

Saat di padang masyar….kita akan ditanya sesuai dengan raport kita di dunia nah, kebetulan di saat antrian yang ke 1001 ternyata giliran seorang anak surau (orang yang selalu bekerja di jalan Allah _red). Sebelum ditanya Tuhan melihat raportnya…. dan Tuhan menggelengkan kepalanya berulang-ulang, wah..wah..wah. kemudian saat Tuhan sedang melihat dari atas sampai kebawah….di saat itu Tuhan tersenyum. Kemudian dipanggillah anak surau tersebut…kamu silahkan maju!
Hasil raport memperlihatkan seperti ini :

  • Sholat 2,5,
  • Berdzikir 1,7
  • Berbuat baik kepada orang 3,1,

Pokoknya nilai ibadah semua jelek,  Nah, ada satu yang membuat Tuhan tersenyum yaitu, ekstrakurikuler nya ternyata 8,5. Ekstrakurikulernya adalah bekerja di jalan Tuhan dan mengembangkan, menjaga ajaran Tuhan. Kemudian Tuhan memanggil Guru extrakurikulernya.
Tuhan bertanya : Apakah benar dia ini mendapat nilai 8,5 untuk kegiatan ekstrakurikulernya?
Guru Menjawab : Iya benar!
Tuhan Berkata   : Baik…akan dipikirkan kemana dia akan pergi!
 (Nah…..disaat Tuhan sudah berpikir kemana kita akan ditaruh…saya rasa sudah cukup bagi kita tidak usah kita pikirkan lagi sebab bila DIA sudah berpikir sudah pasti itu yang terbaik untuk kita……..H.ASB,11 Juni 2007)

Pengertian wow. Selama aku mengerti akan makna hidup, satu kata yang selalu melekat di dalam hatiku. Pengertian, menjadi kunci setiap langkahku dalam berjalan. Banyak hal yang menyebabkan. Terutama itu adalah ajaran dari Ibuku. Sangat mulia ibuku, betapa tidak, Ibuku selalu memberi aku mejadi orang yang tegar menghadapi segalanya. Dalam menemukan jati diri, maupun menghadapi diri. Jadilah air laut yang bisa menampung rasa apapun, tanpa harus memepengaruhi rasa asin itu sendiri. Itu yang selalu di tancapkan dalam hatiku. Selain itu yang di tanamkan. Legowo, dan pengertian membuat manusia hidup selalu ikhlas, tanpa batas. Bisa bikin hidup ini tanpa beban untuk apapun. Yang pasti hanya Allah yang bisa membuat kita segalanya. Dengan kita mengerti, hidup menjadi ringan, tiada beban. February 19, 2005