Hidup ini adalah membidik. Harus focus pada kemana visi kita. Tetapkan, fokuskan dan kerjakan. Membidik adalah melihat masa depan dengan seksama, dan sesingkat singkatnya. Satu metode yang menarik yang saya pelajari dan bisa diterapkan adalah Metode Future Research. Metode ini aku kenal beberapa tahun yang lalu. Saya belum mendapatkan refernsi yang cukup banyak tetapi cukup untuk daya pancing diskusi teman teman dekatku. Awalnya kita berkenalan satu sama lain, dengan kondisi yang sangat berbeda beda. Satu orang memperkenalkan dirinya. Aktivitas sampai dengan bagaimana dia sampai bisa bergabung dalam aktifitas pelatihan itu. Kemudian mereka saling tertawa tersenyum dan kemudian ya … saling meledek. Ini adalah kesempatan yang bagus yang bisa digunakan untuk ice breaking. Apalagi kalau fasilitatornya memang benar benar ingin menggali lebih dalam dalam perkenalan ini. Kemudiab fasilitator menekankan lagi, punya kesan yang menyenangkan di masa kecil. Wah ini adalah suasana yang mengesankan sekali. Saat di tanya seperti itu. Aku langsung nyeletuk. †saya sangat terkesan kalau di kasih permen coklat. Saat yang paling bahagia. Karena masing masing orang dekatku pasti memiliki ciri yang berbeda dalam memberi coklat. Kalau teman bapak kantor, selalu memberi saya coklat silver queen, kalau mbah kung coklat cap jago, kalau om ipang coklat full cream, kalau pak de rus sama tante is silver queen. Dan kalau ulang tahun aku selalu di beri permen coklat yang di kaleng, permen van houten. Ada lagi yang suka ngasih permen coklat merek almond. Itu cerita indah masa kecilku. Masa sedih yang saya rasakan adalah ketika saya mendengar Lagu Gombloh, Tai Kucing Rasa Coklat. Sangat sedih aku. Tetapi kebahagiaanku di masa kecil cenderung menguasaiku 97 % kehidupan ku saat ini. Kemudian fasilitator menyampaikan, ya kehidupan masa kecil selalu membawa kita sampai dewasa. Sama juga dengan kehidupan kita sehari hari. Di saat kita tertawa di pagi hari maka sehaian kita juga akan merasakan kebahagiaan. Tapi jika kita bersedih di pagi hari maka akan terbawa juga hingga sore hari. Oleh karenanya kita harus bisa mengawali semua dengan senang, gembira dan lapang hati. Tidak banyak yang memiliki pengalaman indah di masa kecilnya. Bersyukurlah kita jika kita merasakan itu semua. Kemudian satu persatu peserta juga di minta untuk menceritakan kembali. Otomatis mereka menceritakan yang baik baik saja. Tetapi yang menarik ada seseorang yang memiliki keberanian untuk menyampaikan kehidupan pahit di masa kecilnya. Forum akhirnya menjadi berwarna, menjadi cair seperti ice cream yang berada di parkiran terik sinar matahari. Kemudian forum itu pun di bagi dalam kelompok kelompok kecil. Tujuannya adalah agar diskusi menjadi lebih mudah. Dan lebih cair. Menarik. Akhirnya kelompok kelompok kecil ini pun di minta untuk membuat pemetaan per 1 tahunan. Mulai tahun 60’. 70’. 80’.90’2000, kejadian apa apa yang menyenangkan dan kejadian apa yang menyedihkan. Mereka menggunakan metode meta plan. Aku diminta untuk menulis satu ide satu kertas. Tahun 60 an yang aku ingat yang menyedihkan adalah G 30 S PKI. Tahun 70 an , adalaah kasus malaria. Tahun 80 an. Aku lupa aku menjawab apa. Tahun 90 an aku jawab jerman bersatu, runtuhnya suharto, pergantian presiden. Tahun 2000 an, mulai munculnya istilah milenium ke tiga. Yang pasti banyak sekali yang kemudian awalnya tidak kita ingat. Dan para fasilitator berusaha untuk mengingatkan lagi. Setelah kejadian nasional dan internasional kemudian diminta lagi, untuk mengutarakan situasi yang menyenangkan di dalam diri masing masing peserta. Setelah itu kami di minta untuk memampang semuanya di pinggir pinggir ruangan. Yang sama tidak perlu di tempelkan. Setelah semua pada ribut untuk menempel nempelkan, kemudian. Fasilitator menyampaikan itu kejadian yang lalu yang bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Setelah itu, diminta lagi untuk menuliskan akibat dari semua kejadian kejadian yang telah kita tuliskan. Semua pada sibuk sekali menuliskan. Dan memang kecendurngan kita adalah memang ingin semua orang mengakui keberadaan kita. Kemudian di minta mengutarakannya. Semua riuh redah. Maunya pendapatnya di dengar. Menjadi pendengar memang susah.. sangat susah… lebih mudah jadi orator. Sudah. Sudah sudah . Masih dilanjutkan lagi., kita diberi satu kasus. Suatu suasana di tahun 2020, apa yang akan kita lakukan untuk membuat hidup ini menjadi berarti bagi anak anak kita. Banyak sekali mereka lakukan. Konsentrasi mereka pun berbeda beda. Ada yang konsentrasi di pendidikan mereka, konsentrasi di pendidikan mereka. Ada yang konsentrasi di, wah macem macem lah pokoknya. Ada yang konsentrasi dalam budaya. Ada yang konsentrasi pada isu perempuan. Kemudian masing masing konsentrasi tadi di jadikan satu lagi. Akhirnya mereka membuat sebuah proposal tentang apa apa yang mereka lakukan, untuk membuat sebuah aktifitas. Asyik juga memang. Macem macem proposal yang mereka buat, dan kemudian di presentasikan. Ini menarik, karena konsepnya sangat berebda beda. Dengan metode yang beda pula. Apalagi orang orang seni, mereka cenderung untuk tidak terlalu formal dalam menuliskan rencana mereka. Mereka lebih mudah praktek, katanya, ketimbang harus di rancang rancang dahulu. Suatu suasana yang menyenangkan dalam sebuah perbedaan konsep. Yang akhirnya sama. Ingin membuat suatu rancangan untuk membuat hidup lebih berarti bagi anak anak. Usai semua memprsentasikan kemudian, mereka di minta untuk hening dan diam. Kemudian di minta duduk tenang dan memejamkan mata. Diiringi sebuah lagu instrumen di minta untuk menerawang di tahun 2020, apa yang terjadi dengan anak anak. Tidak lama 30 menit. Ada yang tersenyum ,ada yang menangis, ada yang cemberut. Berbagai macam ekspresi saat mereka memejamkan mata, dan setelah itu. Mereka diminta untuk menuliskan kembali, untuk kemudian di ceritakan.
(ini aku memenuhi janji, pada jhon aidil tentang metode future research sederhana)