Archive for May, 2007

Aku pernah berharap padamu. Tetapi harapan biasanya tidak selalu equivalent dengan kenyataan. Entah selalu ada humor atau teka teki yang selalu terpentok dengan  kemampuan berpikir kita. Dalam hidupku sudah jauh dari keinginan keinginan yang di miliki orang kebanyakan. Banyak keinginan keinginan yang kemudian hilang terbawa oleh angin lalu. Entah, kemudian apa sebenarnya yang kemudian berjalan saat ini.
Tanpa keinginan, atau kepustus asaan. Bukanlah umat yang baik jika ada keputus asaan di dalam dirinya. Ya biarlah keinginan itu kemudian lambat laut sirna.
Perjalanan tanpa keinginan.
Perjalanan untuk menyusuri yang telah ada untuk bisa di nikmati menjadi sebuah asa kebahagiaan bersamaNya.
 

Sawangan, 23 mei 2007

Kringggggggggg-…….. telponku berbunyi. Dan ibu kemudian memanggilku karena ada telpon dari Jakarta. Terdengar, yu aku habis dapat uang saku. Itu yang terjadi saat aku tinggal di malang dulu. 

Sahabat, teman, saudara. Itulah yang mereka anggap tentang aku. Jadi aku kadang ketawa sendiri. Tarom adalah salah satu dari mereka yang menganggap aku saudara bagi dirinya. Dia ceritakan bagaimana kisah hidupnya. Tertawa tawa, bercanda dan berkisah. Satu lagi yang menarik adalah misuh. Dia hanya akan berteman dengan orang orang yang tanpa tendensi, polos. Kadang kadang dia ketuk rumahku, hanya sekedar untuk cerita suatu kejadian, yang sebenarnya aku juga tak tau apa maksdunya dia cerita. Lha wong aku ndak tau kejadiannya. Hhehheheh. Suatu sore aku gantian bercerita tentang kondisi keluargaku yang relative membaik. Dia tertawa sambil berkata, kita yang disini merasa tidak apa apa yang menikmati justru keluarga kita. Mereka yang merasakan ketenangannya

Ada dosa yang bisa hilang jika kita bekerja. Hadist nabi yang sempat aku dengar saat aku mendengarkan bens radio. sayang aku tidak sempat mengikuti hadist dari siapa. Tetapi itulah yang memang terjadi.
Kebanyakan dari kita beranggapan yang namanya ibadah adalah sholat, puasa, haji dan mengaji, baca yasin. Padahal ibadah adalah semua yang kita lakukan dengan membaca bismilah ( dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan penyayang). Dalam hidup kita ada hablum minanas dan hablum minallallah( hubungan dangan sesama manusia dan hubungan dengan sang khalik, Allah yang maha kuasa.
Sehingga secara logika semua ya ibadah. Dan ibadah bisa menghapus dosa dosa kita. Layaknya kita hidup di dunia ini. Tubuh kita banyak ragamnya. Ada mata, tangan, hidung telinga, juga banyak bagian tubuh kita yang lain. Ketika sakit salah satu bagian tubuh itu, niscaya kita tidak bisa menyembuhkannya hanya dengan betadine. Tetapi akan sangat spesifik untuk itu. Kalau sakit mata, obatnya rohto atau visin. Kalau sakit luka di tangan ya obatnya bisa betadine atau tensoplas. Jika sakit hidup pakai vick.
Demikian juga dengan dosa dosa yang kita perbuat, tidak serta merta kita bisa menghapuskan dengan satu ibadah saja. Karena yang pasti dosa kita sangat kompleks. Banyak sekali. Lantas kenapa kita memilih milih ibadah. Allah juga pernah berfirman bahwa kalau kau selesaikan urusannku maka akan kuselesaikan semua urusanmu. Kalau kita bekerja dengan menyebut asma allah, apalagi kita bekerja untuk jalanNya, masak iya sih Allah akan mengingkari janjinya.
 

(refleksi dari kebesaran allah, terima kasih ya allah telah kau selesaikan sebagian urusan keluargaku, 7 bulan aku berdekatan dengan rumahMu)
Sawangan, 18 mei 2007.

Aku sudah pernah berkenalan dengan nya beberapa waktu yang lalu. Secara tidak langsung memang. Karena dengan sering bertemu saja sudah ku anggap cukup sebagai perkenalan. Aku tidak ada kewajiban untuk mengulurkan tangan satu persatu untuk orang yang baru bagiku untuk dapat berkenalan dengannya. Cukup aku lemparkan senyum, dan lama kelamaan otomatis aku akan kenal siapa dirinya.

Lupa bulannya dan lupa pula tanggalnya. Malam itu adalah malam terakhirku di sawangan sebelum aku harus kembali ke malang. Tetapi tante Ryam mengajak aku untuk menengok adiknya yang sakit. Tepatnya jam 10 malam saat itu. Yang semula aku akan tidur di pondokan, akhirnya beralih tujuan aku harus tidur di rumah tante Ryam.

Tante ryam menyuruh aku mengambil semua tas yang aku bawa pulang ke malang. Aku masukan tas, dan aku masuk mobil tante ryam. Aku dibantu seorang abang yang membawakan tas tasku. Dia membuka pintu bagian belakang mobil dan memasukan semua tasku. Setelah siap semua abang itu, omad namanya. Aku tau dia meski kita tak pernah berkenalan dengan serius.

Kami pun pergi, dalam mobil tante Ryam ada 4 orang penumpang, tante Ryam, kemudian adik kak nina, aku dan tentu saja bang omad. Mobil menuju daerah menteng. Tante ryam kemudian berceletuk, sudah lama saya tidak ke jakarta. Aku orang yang pendiam tidak banyak ngobrol. Tante ryam lebih banyak ngobrol dengan Kak Be

Tujuan kami memang akan menengok adik kak ryam yang sedang sakit di sebuah rumah sakit. Kami berempatpun tiba di sebuah rumah sakit kawasan menteng. Tante ryam dan adik kak nina masuk ke dalam, awalnya aku bingung. Dan bang omad kemudian menyuruhku masuk.. tetapi kikuk rasanya. Akhirnya aku pun keluar dari ruangan. Aku lihat omad sedang ngobrol dengan salah satu temannya. Aku pun menghabiskan waktu dengan memandang lukisan di sekitar dinding rumah sakit. Meskipun omad tidak terlalu menemani aku, tetapi aku lebih nyaman di luar ruangan itu. Tidak lama tante ryam mengajak kami pulang. Sebelum pulang tante ryam mengajak kami makan di sekitar salemba, kami di ajak makan nasi kapau. …….

Pulang dari sana kami pergi ke rumah putra tante ryam, aku menunggu di luar. Ada yang di bicarakan rupanya. Sampai sekitar jam 03.00 dini hari. Kemudian baru pulang ke rumah tante ryam. Aku tidak tboleh tidur oleh tante ryam karena jam 5 pagi aku harus pulang ke malang.

……………………pertama kali aku bareng sama omad. Kalau toh omad ingat waktu itu jadi ingat lagunya vina panduwinata, kami hanya saling berpandang ………………………….

(sebagai catatan sejarah aja. Omad……………………….)

Pernah aku menyamakan diriku dengan tempat sampah. Kontan temanku protes dan menganggap bahwa kata kata itu tidak bagus. Karena konotasi tempat sampah adalah identik dengan sesuatu yang tidak bagus. Jorok, bau, bekas dan tidak berguna. Lalu apa sebenarnya yang tidak berguna dalam kehidupan ini? Tidak ada sampah yang tidak berguna dalam kehidupan ini.
Kalau tidak ada tong sampah kemudian ke mana kita membuang plastik pembungkus parfum kita, mau di taruh dimana kertas pembungkus makanan kita, mau di taruh mana? Siapa yang rela ditempati barang barang bekas macam itu kalau tidak tong sampah. Tong sampah adalah barang yang di benci karena baunya. Tapi kalau tidak ada pasti akan kehilangan karena jasanya yang memang sangat luar biasa.
Tong sampah adalah tempat yang digunakan sebagai tempat yang tidak berguna hanya untuk beberapa waktu saja. Tetapi sebenarnya sampah itu sendiri adalah kumpulan barang barang yang berguna. Kalau kadar kegunaannya adalah sangat relative sekali. Tidak bisa diperbandingkan antara satu dengan yang lain.
Diriku adalah tong sampah.
Aku identikan ini sebenarnya, aku ingin menunjukkan kalau diriku adalah tempat menampung semua yang di limpahkan oleh teman teman, sahabat juga saudaraku. Semoga aku bisa menjadi tempat sampah yang baik entah apapun itu sampahnya, karena setiap sampah itu pasti berguna dan memiliki arti dalam hidup ini.

Ada perasaan tentram,  ada perasaan nyaman,  ada perasaan tenang, dan aman, dekat dengan seseorang yang bijaksana.  Saya adalah orang yang beruntung di likungan orang orang yang bijaksana. Karena pimpinan saya yang sangat bijaksana.
“ Pak jendral, jangan pilih bintang tapi lebih bagus purnama,”
“ Sama sajalah itu, tidak ada yang lebih bagus atau lebih jelek, ” jawab pak jendral mendengar aduan seseorang. Padahal bunga bukan nama sebenarnya mengatakan fakta, bintang memang orang yang kurang baik. Saat bunga mengadukan pada pak jendral bintang dan purnama ada di ruang yang sama dengan bungan dan pak jendral. Pasti bintang merasa tersentak saat itu, dan purnama menjadi bangga, besar kepala atau bahkan purnama bisa jadi merasa tidak enak dengan bintang.
Jawaban pak jendral sangat menyejukan dan sangat bijaksana, “ Sama sajalah itu, tidak ada yang lebih bagus atau lebih jelek, ”
Pak jendral berusaha meletak posisi yang sangat netral. Karena memang pak jendral adalah panutan yang bukan karena tuntutan, tetapi memang dari dalam dirinya sudah banyak mengalir aura aura yang menjadikan  bijaksana.
Bijaksana bukan tuntutan, tetapi seharusnya sudah inheren bagi diri kita. Makhluk tuhan yang hidup dalam banyak ragam kehidupan. Karena kehidupan yang normal adalah adanya keseimbangan hidup. Dan yang tidak bisa di hindarkan hidup ini selalu ada lawannya. Lawannya baik adalah buruk. Lawan tampan adalah jelek. Lawan mancung ya pesek. Lawan hitam adalah putih. Apakah lawan itu selalu jelek, tentu tidak. Karena ada baik itu karena ada jelek. Bisa baik karena ada yang jelek. Apalah arti hidup ini jika tidak ada keseimbangan, dan hanya satu saja kelompok, pasti susah untuk saling mengisi ya.
Terima kasih atas pengalaman untuk hidup bijaksana dari Pak Jendral(meeroba, 0407)

Kalau semuanya baik, ya namanya show room. Begitulah analoginya, sebuah tempat perbaikan diri. Tempat perbaikan diri, adalah suatu tempat yang digunakan untuk orang yang ingin membuat dirinya menjadi lebih baik. Sehingga tempat perbaikan ya, sebuah tempat yang isinya adalah bukan orang orang baik.
Kalau ada sebuah salon kecantikan, niscaya disana yang datang adalah orang orang yang ingin mempercantik diri. Kalau sudah cantik ya ndak usah ke salon. Kalau yang ke salon adalah untuk perawatan ya sama saja, mereka merasa akan menjadi lebih cantik dan mempercantik.
. Dari kecil aku sangat suka dengan seseorang yang mengendarai mobil jelek, atau mobil yang bukan baru sama sekali. Mobil mobil kuno yang kemudian di rawat. Dalam pikiran saya, orang yang memiliki mobil tua tetapi terawat, adalah orang yang pandai sabar dan pasti cerdik. Bayangkan saja apabila sebuat mobil tua kemudian mogok di tengah jalan, otomatis si empunya akan memperbaikinya saat itu juga. Dan sangat rawan sekali dia mengalami kerusakan. Belum lagi kalau onderdilnya tidak beres.
Intinya saya selalu tertarik dengan orang orang yang selalu dekat dengan barang barang yang penuh dengan perawatan. Dalam benaku dia pasti orang orang yang mampu dan sangat mengenal anatomi dari barang barang yang di rawatnya. Sangat berbeda dengan orang orang yang inginnya memiliki barang langsung bagus. Mereka biasanya un history, begitu mungkin bahasa kerennya.
 

 Bagitu juga bengkel, bengkel adalah tempat perbaikan untuk menjadi lebih baik (Dalam surau ini tidak ada orang yang baik, tetapi tempat orang memperbaiki diri, layaknya sebuah bengkel Chairman Bro, ISE Bandung, 0705)