Perjalanan yang tiada akan pernah berakhir dengan keputus asaan akibat masa lalu. Masa lalu adalah tonggak keberadaan kita di masa kini untuk meniti masa depan. Akumulasi yang tiada akan bisa dihindari. Setelah aku lewati januari, februari, maret dan april. Mei semuanya menjadi fokus kemana arah perjalanan ini. Kalau tiada teman apalah arti perjalanan ini, hambar, dan tiada akan pernah berarti. Teman perjalanan adalah introspeksi dan perubahan untuk selalu menjadi apa yang seharusnya bukan saja apa adanya. Membuat apa seharusnya dalam sebuah perjalanan membuat kita tidak akan bisa sewenang wenang dengan diri kita sendiri, tetapi masih harus menoleh ke kiri atau ke kanan, siapa dan apa kita sebenarnya.
Archive for April, 2007
(kisah nyata yang aku dengar dari seorang teman, aku kenal lelaki ini cukup dewasa dalam menjalani hidup. Tetapi selalu ada ketakutannya untuk memutuskan hidup bersama dengan seorang perempuan. Dalam otaknya selalu berpikir mau di kasih makan apa anak orang….?)
 Di ciptakan seorang laki laki adalah untuk menafkahi dan menjadi pemimpin dalam lingkungan sekecil apapun. Lelaki identik dengan kekuasaan, pengambil keputusan yang bisa membawa khafilah di bumi ini. Stereotype yang memang tidak akan pernah lekang dari tempelan yang namanya makhluk yang namanya laki laki. Kaum adam selalu tampil di muka, dalam urusan bumi maupun akheratnya. Dan itulah seharusnya. Kondisi yang membuat sulit bagi sebagian laki laki, saat dirinya memahami dirinya menjadi berlebihan. Menganggap laki laki adalah diri yang harus kuat dalam segala hal. Dalam perjalanan yang sebenar benarnya tidak ada sesuatu yang sangat sempurna dalam kehidupan ini. Tidak ada kesempurnaan yang hakiki.
 Adakah laki laki sempurna selain rosulullah, tidak, tidak mungkin?
Â
Kata yang berkonotasi negative. Dalam bahasa Indonesia confuse artinya bingung. Confuse terjadi apabila terdapat jalan yang sebenarnya tidak ingin kita lalui. Contohnya adalah dalam persimpangan jalan, satu jalan belok kiri dan satu jalan lagi belok kanan. Pada satu titik kita ada kesulitan untuk memutuskan, kita sudah mempunyai satu tujuaan. Sehingga kemudian pada saat kita tidak mempunyai petunjuk jelas untuk arah jalan itu disitulah kebingungan terjadi. Bingung atau kebingungan karena ada faktor keragu raguan dalam diri kita, alias kurang yakin dengan arah jalan yang akan dituju untuk men capai tujuan yang sudah kita tetapkan. Kebingungan juga terjadi apabila kita tidak memiliki tujuan yang jelas sehingga kita putar putar karena kita ketahui apa mau kita sebenarnya. Jadi jangan lah pernah menjadi seseorang yang selalu kebingungan atau tidak pernah tujuan jelas dalam hidup ini. Bertujuan jelaslah dalam berkehidupan. Kehidupan yang indah apabila kita bisa memastikan akan kemana arah hidup kita. Dengan dasar yang sekuat kuatnya akan tujuan hidup itu sendiri, maka perjalananpun akan lebih lempeng melaluinya. Seperti rel kereta api yang selalu pada jalurnya dengan arahan arahan petugas tentunya. Terlebih lagi selalu ada tuhan di dadanya (YM ABU) Sawangan, 28 april 2007Â
Jadilah seperti burung yang istirahat dalam terbangnya, hinggap di ranting yang terlalu ramping, merasakan lenturannya, kenikmatan ayunannya, dan menyanyi. Tahu bahwa ia punya sayap (Victor Hugo) Diri kita kadang tidak sabar dan sadar ya. Sehingga kadang kita tidak menikmati diri kita sendiri. Sibuk untuk menjadi orang lain. Padahal kita punya keunikan dan banyak kebelbihan yang tidak di miliki oleh orang lain. Tidak ada manusia yang kurang dalam hidup ini, yang ada adalah setiap manusia punya kelebihan yang sangat berlebih. Namanya juga manusia, susah di kasih taunya. Mengembangkan potensi diri untuk mendapatkan suatu keindahan hidup dan ketenangan hati bersama sesuatu yang membuat bahagia untuk diri kita dan orang lain.Â
Sawangan, 26 april 2007Â
Â
Selalu ada getaran untuk memulai yang baru. Ada beda frekwensi yang sebenarnya karena adanya koneksitas diantara keduanya. Percaya atau tidak. Ilustrasi batu baterey yang sudah terpakai dan tidak ada strumnya lagi meskipun keduanya di dekatkan di tempelkan pada radio atau barang elektronik apapun, pasti juga tidak akan timbul reaksi. Hal ini berbeda jika battery itu adalah masih mengandung energi listrik.
Â
Bagitu juga manusia, ketika ada muatan getaran getaran jiwa yang berbeda di dalam dirinya dan bertemu maka juga akan terjadi debaran yang lebih kencang. Apalagi kontak strum itu kemudian di timbulkan. Kontak mata. pasti ada degukan itu. Tidak mungkin tidak.
Â
Ataukah itu kemudian yang setara dengan hidayah cinta manusia.
 Pernah aku merasakan ada yang selalu memanggil manggil aku. Sehingga setiap perjalananku aku ingin menghampirinya. Aku tak mengenalnya. Aku tak tau siapa Dia. Bergetar hatiku mendengar namaNya. Berdeguk semakin kencang. Ingin mendekati Nya. Tapi aku tak mengenal Dia. Dalam mimpiku pun aku sudah di pangkuanNya, aku di pangku saat Dia berdzikir. Sama sekali tak aku pedulikan siapa Dia. Sungguh. Tak pernah aku mempertanykan, kapan dan apa Dia. Ketika cinta itu sudah melebur tiada lagi yang bisa menolak kuasaNya. Aku tak kuasa menolak apa yang menjadi keinginanNya.sehingga aku ingin selalu mengabdi pada hidayah cintaNya. Karena manusia hanyalah cermin dari apa yang ada di alam semesta ini. Aku bisa merasakan cintaNya karena aku mencintaiNya.
Â
Tatkala sudah dalam satu getaran hidayah cinta itu, mengapa kita kadang malu untuk mengakui. Untuk memulai bahtera samudra cinta, untuk menggapai cintaNya.
Â
Â
(Ayo lah bang, cepat untuk memulai bahtera samudra cinta, untuk menggapai cintaNya.)
Â
Di tulis sebagai bentuk aktualisasi menunggu waktu memulai bahtera samudra cinta, untuk menggapai cintaNya bersama someone in somewhere……………………
Â
Menulis adalah pekerjaan kuta sjak kita mengenal kata. B u bubegitu dulu guruku mengajariku untuk menulis dan membaca. Tidak ada yang aneh dalam pelajaran ini. Banyak hal yang kemudian membuat aku bisa tahu dan mengerti dari membaca. Tidak sedikit yang aku dapatkan dari membaca. Setidaknya kalau mau masuk kelas, aku harus mencari gambar perempuan kriting yang ada di papan kecil di balakangnya tertulis namaku. Waktu tk aku mengingat gambarnya saja. Hal ini berbeda saat aku beranjak ke sd. Semua menjadi berubah. Saat aku bermain dokter dokteran dulu aku juga suka mencoret coret dengan tulisan huruf rumjput yang tak tau artinya. Setelah aku sd aku sudah bisa menulisa nama boneka ku sebagai pasiennya. Karena papi waktu itu menyebut aku, kalau mbak dyah dokter gigi. Kalau mbak yani dokter umum ya.Â
Kalau dokter tulisannya jelek, jadi aku menjdi dokter dokteran dengan tulisasn jelek. Setelah sd aku tulis nama pasien, obat dokter dan juga aku main guru guuran dan memberi nama murid muridku di buku tulis yang tidak terpakai. Setelah itu aku umpamakan mereka ulangan. Yang kemudian ada nilai nilai di sanan. Menyenangkan sekali awal aku bisa menulis.Â
Kemudian pelajaran menulis lambat laun beranjak membuat karangan setiap kali setelah liburan sekolh. Bu guru selalu memberi tugas mengarang pengalaman berlibur. Aku sangat sedih kalau saat aku berlibur aku tidak pergi kemana mana. Karena yang pasti aku tidak mempunyai bahan dalam menulis. Sehingga setiap berlibur aku minta pergi ke rumah mbah di sanan. Letaknya tidak jauh dari rumah ibuku sekitar 1 km saja. Aku menginap disana. Meskipun hanya 2 hari membuat hatiku lega. Karena aku mempunyai bahan untuk menulis. Hal lain lagi yang menyenangkan adalah kalau aku pergi ke tempat yang aku tidak pernah mengunjunginya yaitu kota Jakarta, kelas 4 sd aku ke Jakarta ke taman mini, kemudian ke keliong mas dan ancol. Ini membuat aku kaya bahan untuk mengarang. Senang sekali rasanya kalau aku menulis dan ada bahan yang aku tuliskan.Â
Aku ingat sekali setelah aku ke smp, ada pelajaran bahasa Indonesia, yang jengkel kalau aku di suruh membahas tentang fonem konsonan vocal. Yang aku juga tak tau apa kegunaannya sekarang. Tetapi yang membuat aku suka hingga sekarang adalah pelajaran notulensi. Hingga saat ini aku menyukainya. Pelajaran bahasa Indonesia yang membuat aku suka hingga detik ini.Â
Sma aku ikut ekstra kuli kulikuler menulis, kelas 1 aku mengikuti lomba penulisan antar kelas ulang tahun bhawikarsu, dan aku menjadi pemenangnya. Tulisanku adalah mengkritik tentang bagaimana pelajar yang tidak punya prestasi. Dan bagaimana bhawikarsu ke depan. Aku tak punya kopiannya tentan tulisan itu. Ada kelegaan tersendiri meskipun tidak ada hadiah khusus karena waktu itu pertandingan team.Â
Keinginan menulis berlanjut setelah aku kuliah di fia brawijaya. Aku terobesesi oleh om ku. Di awartawan di kompas, kemudian pindah ke forum keadilan, aku lihat enak jadi wartawam, aku ikut di majalah kampus majalah diaans. Aku suka di sana aku di manja hhehhehehehheh imut imut mau kerja,,,, kata seorang seniorku. Aku sering diajak jalan ke sana kemari. Hingga suatu saat ada diklat dasar jurnalistik di fakultas ekonomi, aku masih ingat sekali, yang jadi intrukturnya adalah anwah hudionom, wartawan senior kompas yang kemudian pindah di harian surya. Saat penugasan penulisan aku menjadi penulis terbaik. Yang aku tulis adalah penonton televise bertuhan pada televise, dengan blitz informasinya. Tulisanku sangat mengagetkan teman temanku di dianns, karena diam diam aku membuat tulisan yang bisa di bilang heboh, untuk kelas anak baru. Senang juga aku saat itu. Tetapi terakhir aku kurang produktif, Karena bebarengan aku di diaans aku harus bekerja di radio makobu. Penulisannya jelas berbeda antara radio dan cetak. Radio adalah media anti detail yang menggunakan bahasa tutur. Hehheheh aku agak terpengaruh. Tetapi sejak tahun 92 itulah aku bergelut dengan bahasa radio, tulisan radio, yang to the point.Â
Pikiranku tidak bisa berselingkuh dalam hal penulisan.Â
Tahun 1992- 2006 aku di radio dengan doktrin penulisan bahasa tutur dan selintas ……………………….Â
Alasan!!!!!!!!!!!!!!!!!Â
Â
Aku menulis lagi tahun 2007, semenjak di internews, aku harus membuat field report yang cukup detail. Keringatku panas dingin. Tetapi akhirnya aku sangat menikmatinya.Â
Â
Tanpa disadari kesukaanku menulis proses aktifitas juga terwadahi dengan banyaknya pelatihan dan aku di minta untuk menjadi notulen. Aku suka itu. Tetapi tulisanku tidak sempurna dan tidak runtut. Tulisanku jelek ………………..maaf pembaca kronik baitul amin, ada beberapa tulisanku yang kurang layak baca rasanya….Â
Â
Aku mau belajar menulis yang baik .Â
Aku baru saja terbangun. Seletah aku tertidur oleh semua yang entah aku pun tak tak tau. Januari adalah di saat aku tersandung, yang membuat aku kemudian untuk terbangun melanjutkan perjalanan ini. Satu batu yang membuat aku kemudian tersungkur. Untung saja banyak sahabat, dan saudara saudaraku yang kemudian membangunkan aku dari kerlenaanku, untuk segera cuci muka dan bangun membangun angan Untuk Februari Lebih Baik. Meraut angan yang mempunyai jalan kepastian hidup ini. Sehingga Maret Semua Telah Ku Dapatkan. Merasakan semua yang indah setelah aku bangun. Kesegaran jiwa ragaku. Ku tempuh dengan keringat yang aku juga tak tau. Kenapa ada keringat karena suhu udara yang cukup panas ataukah memang aku bekerja sungguh sungguh pada perusahaan Pak Jendral. Sebuah perusahaan yang tidak akan ada matinya. Kecuali kita sendiri yang menyebabkan kematian itu. Dan bulan April Waktuku Untuk Menerimanya. Aku menerimanya dengan penuh keyakinan. Karena tidak ada perusahaan lain selain yang di pegang pak jendral yang bisa memenuhi kebutuhan hidupku. Di tempat kerjaku sekarang masih kurang seimbang, aku hanya mendapatkan aktualisasi diri dan materi semata. Sangat beda dengan perusahaan Pak Jendral yang bisa memberiku semuanya. Oleh karenanya sampai hari ini aku masih bekerja di 2 tempat satu tempat Pak Jendral satu lagi kerja di Orang Londo. Jadi hingga siang ini aku punya 2 jabatan dalam pekerjaanku Program Officer Di Orang Londo Dan Mayor Di Tempat Pak Jendral


Entries (RSS)