Archive for March, 2007


 When I was young and free
and my imagination has no limits,
I dreamed of changing the world.
As I grew older and wiser,
I discovered the world would not change.
So I shortened my sights somewhat
and I decided to change only may country,
but it too seemed immovable.
As I grew into my twilight years,
in one last desperate attempt,
I settled for changing only my family
those closest to me, but alas,
they would have none of it.
And now as I lay on my deathbed
I suddenly realized:
If I had only changed myself first,
then by example I might have changed my family.
From their inspiration and encouragement,
 I would then have been able to better my country.
And who know, I may have been even change
the world.
(An Anglican Bishop, 1100 AD, as written in the Crypts of Westminster Abbey)

HASRAT UNTUK BERUBAH

Kala aku muda dan bebas berkhayal,
aku bermimpi ingin mengubah dunia.
Sejalan dengan bertambah usia dan kearifanku,
kudapati dunia tak kunjung berubah.
Maka cita-cita itu pun kupersempit,
dan kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku,
namun itu pun tampaknya tiada hasil.
Ketika usiaku makin senja,
dengan upaya terakhir penuh putus asa,
kuputuskan untuk mengubah keluargaku semata,
orang-orang terdekat denganku.
Tapi malangnya, mereka pun tak mau diubah.
Dan kini saat terbaring menanti ajal,
tiba-tiba kusadari:
Andai yang pertama kuubah diriku sendiri

dengan menjadikan diriku teladan

mungkin aku dapat mengubah keluarga.
Lalu berkat ilham dan dorongan mereka
aku pun mampu memperbaiki negeriku.
Dan siapa tahu, bahkan aku pun dapat mengubah dunia.
 

(Karya seorang Bishop Anglikan, 1100 M,
tertulis di ruang pemakaman Wetsminster Abbey)

  1. Pemandu talkshow, bagaikan pengemudi yang membawa pendengar sebagai penumpangnya. Sebagai pengemudi, pastikan Anda membawa penumpang sampai ke tempat tujuan dengan aman dan nyaman. Waspadai jalan berlubang, dan cari cara agar tidak terjebak kemacetan! Inilah beberapa catatan bagi Anda, pemandu talkshow :
    • JAGA STAMINA, dalam talkshow sebaiknya pemandu talkshow bisa tetap untuk  berada dalam kondisi yang bersemangat sehingga pendengar bisa merasa bersemangat untuk mendengarkan talkshow yang dibawakan.
    • PAHAMI : Narasumber, adalah orang yaang akan kita minta informasinya selama waktu talkshow berjalan. Sebaiknya di lakukan komunikasi yang baik, sehingga dalam talkshow ini merasa memang ada kecocokan antara pemandu talkshow dengan narasumber. Dengan demikian pendengar akan terbawa untuk ikut dalam perbincangan dalam talkshow tersebut,  Pendengar, tanpa pendengar talkshow kita tidak ada artinya karena pendengar  adalah orang yang menjadi sumber sasaran kita dalam talkshow. Karena sebenarnya talkshow bertujuan untuk menyampaikan materi bagi pendengarnya. Maka apabila talkshow tidak bisa nyambung antara  pendengar, penyiar, dan narasumber maka talkshow ini dianggap tidak sukses. Masalah/ topik, topik yang dibawakan adalah topik yang harus bisa diterima dan memang merupakan kebutuhan dari  pendengar  ,
    • HADIR SEBAGAI SAHABAT yang dilengkapi dengan kemampuan untuk berempati
    • TAMPIL PERCAYA DIRI sebagai fasilitator yang netral dengan kemampuan untuk mengontrol diri dan emosi, independen- tidak memihak ke salah satu narasumber, maupun p[endengar, fokus-pada topik yang dibicarakan, responsif (tahu dan tanggap untuk menindaklanjuti),  tanggalkan kecenderungan menghakimi, pro aktif, kreatif, berwawasan terbuka dan fleksibel namun HARUS mampu mengendalikan pembicaraan .
    • meskipun ini adalah talkshow tetapi untuk anti detail tetap harus di laksanakan. Sehingga hindari tentang jumlah yang berisi banyak angka, tentang pasal pasal, tentang jumlah pasal pasal.

 

    • gunakan humor secara wajar

Wawancara adalah percakapan antara dua orang untuk memperoleh sebanyak mungkin informasi/keterangan. Hal hal yang penting dalalam mewawancarai :

    • INGAT SEGMEN PENDENGAR ANDA, Caritahu jenis pendengar anda. Seorang pemuda punya minat berbeda dengan orang yang lebih tua,  - bahkan dari seorang pemuda lain yang berbeda tingkat pendidikannya, latar belakangnya.
    • Tanya pada diri anda: Hal penting apa yang ingin saya gali? Bukan hanya satu pertanyaan, melainkan perihal yang penting: Misalnya mewawancarai seorang dari partai yang akan bergabung dengan partai lainnya. Apa sebenarnya yang ingin di capai oleh pembentukan partai local ini. Apa yang menjadi titik beratnya bidang ekonomi/keuangan atau tentang apa? :
    • Untung ruginya - siapa yang lebih dituntungkan - pengusaha, konsumen,                                       kalangan lapisan tertentu.
    • Atau tentukan satu hal dan pusatkan perhatian pada hal itu, dan untuk mengklarifikasinya dapat dilakukan melalui berbagai pertanyaan.
    • Selain itu saat melakukan wawancara tanya pada diri sendiri:

*Apakah narasumber punya maksud tertentu?
* *Sudahkah mereka memberikan informasi bagi pendengar kita?

Chic,

Nikmatilah hidup ini, sesusah sungguh, segembira sungguh, sesuka sungguh. Kita belum tahu, ke mana arah dari semua putting beliung ini. Namun, jika kita tak tahu arahnya, mengapa tidak kita mengerti hasratnya? Kembangkanlah hasrat itu, sekiranya Tuhan hanya membuka sedikit pintu untuk kita mengerti kemauannya.

Chic,

Nikmatilah hidup ini, sesusah sungguh, segembira sungguh, sesuka sungguh. Kita belum tahu, ke mana arah dari semua putting beliung ini. Namun, jika kita tak tahu arahnya, mengapa tidak kita mengerti hasratnya? Kembangkanlah hasrat itu, sekiranya Tuhan hanya membuka sedikit pintu untuk kita mengerti kemauannya.